Minggu, 06 Juni 2010

3. Artikel selanjutnya>> tentang SISTEM OPERASI

' Fitur Vista pada Windows XP SP3'

Beberapa fitur ' Windows Vista ' akan dimasukkan ke dalam versi Windows XP SP3 yang akan datang. Begitulah berita yang sedang banyak dilansir media massa pada akhir pekan ini berkaitan dengan pembuatan Windows XP SP3.
Seperti yang dinyatakan NeoSmart Technologies kepada ComputerWorld, Windows XP3 3205 yang telah dirilis ke dalam versi beta tester pada hari Minggu, memasukkan empat fitur diantara seribu macam perbaikan yang telah banyak diberitakan semenjak debut Windows XP SP2 tiga tahun yang lalu. Menurut NeoSmart, salah satu fitur Windows Vista yang akan dimasukkan adalah fitur backported di mana di dalamnya termasuk Network Access Protection (NAP), sebuah kebijakan teknologi yang menginspeksi komputer terlebih dahulu sebelum terhubung dengan suatu jaringan besar, kemudian juga akan mengupdate secara otomatis ataupun melakukan pengeblokan jikalau ada yang tidak memenuhi kriteria keamanan. Tambahan lainnya berasal dari modul kernel yang memuat beberapa algoritma enkripsi yang dapat diakses oleh 3rd party developer. Model aktivasi Windows yang terbaru tidak akan membuat user menginputkan nomor seri produk (product key) lagi. Microsoft akan mengumumkan Windows XP SP3 didukung NAP dari Windows Vista dan yang juga akan termasuk dalam penyelesaian Windows Server 2008. Direncanakan Microsoft akan merilis Windows XP SP3 ini pada awal tahun 2008, dan sekaligus akan menjadikan XP sebagai Sistem Operasi berumur enam tahun.(dna).


ARTIKEL - artikel SisteM Operasi

1. ARTIKEL PENGATURAN MEMORY oleh
SEBUAH
SISTEM OPERASI " WINDOWS XP "


LATAR BELAKANG

” MEMORY ” adalah inti dari sistem komputer modern. CPU mengambil instruksi dari memori yang ada pada couner. Intruksi dapat berupa menmpatkan/ mnyimpan dari/ ke alamat dimemori, penambahan, dsb.
Sistem Operasi adalah perangkat lunak yang bertindak sebagai perantara antara pemakai komputer dan perangkat keras .

* PEMBAHASAN *

Virtual Memory
Virtual memory pada windows disebut sebagai swap file atau paging file. Virtual memori berfungsi sebagai memori tambahan untuk mendukung kinerja RAM ( Random Access Memory) itu sendiri. File Swap memanfaatkan kapasitas hardisk untuk menampung file- file yang bersifat sementara. Salah satu penyebab lambatnya kinerja komputer saat menjalankan beberapa aplikasi/program secara bersamaan (multiple task) dikomputer adalah karena keterbatasan kaasitas RAM (Random Access Memory ) pada komputer. Jika kapasitas RAM sudah penuh oleh data-data dari aplikasi/program yang sedang berjalan di komputer maka data-data tersebut akan disimpan sementara pada page file. Data proses yang berada di page file ini sewaktu-waktu dapat dipindahkan dan diproses kembali di RAM apabila aplikasi/program yang besangkutan membutuhkannya. Dengan cara ini RAM bisa menjadi lebih ringan sehingga komputer bisa bekerja lebih cepat.
Untuk mengakses pengaturan virtual memory pada Windows XP dapat dilakukan dengan cara berikut :
Start > Control Panel > System
atau
Start > Run > ketikkan “Sysdm.cpl” (tanpa kutip) kemudian klik OK
Umumnya kapasitas minimal yang dibutuhkan oleh virtual memory sekitar 1,5 kali dari kapasitas RAM yang digunakan. Sedangkan kapasitas maksimal yang dibutuhkan sekitar 2-3 kali dari kapasitas RAM. Untuk memulai pengaturan, perhatikan langkah-langkah berikut ini:
1. Buka Control Panel, kemudian klik ganda ikon System.
2. Pada tampilan Control Panel, klik ganda pada System maka akan tampil jendela System Properties. Di situ akan terdapat beberapa pilihan tab yang dapat dipilih, dalam tab-tab tersebut akan mempunyai fungsi tersendiri. Pada tab general berfungsi untuk melihat sistem yang digunakan, nama komputer, kapasitas processor, maupun kapasitas memori yang digunakan. Pada tab Computer Name, terdapat dua pengaturan,yaitu Network yang berfungsi untuk membuat domain dalam suatu jaringan komputer dan Change berfungsi untuk mengubah nama komputer dan workgroup. Pada tab Hardware terdapat beberapa tombol pengaturan, misalnya device manager akan dapat mendeteksi hardware-hardware yang ada pada komputer tersebut, dan lain sebagainya. Tab System Restore berfungsi untuk mengaktifkan dan tidaknya system restore pada sistem operasi. Dan masih banyak tab-tab lainnya yang bisa digunakan.
3. Klik tab Advanced yang terdapat pada jendela tersebut, klik tombol Settings pada bagian kelompok kotak Perfomance. Maka akan membuka jendela baru, yaitu Performance Options.
4. Pada tab Visual Effects tentukan pilihan untuk mempercepat perfoma Windows. Misalnya pilih Adjust for best perfomance, maka pilihan checkbox dibawahnya tidak aktif semua.jika Anda tetap ingin menampilkan beberapa efek, maka pilihlah Custom dan aktifkan checkbox. Misal jika ingin menampilkan efek bayangan pada menu, maka aktifkan pilihan Show shadows under menus.
5. Ke pengaturan Virtual Memory, klik tab Advanced.
6. Pada kelompok kotak Virtual Memory, klik tombol Change.
7. Muncul kotak dialog Virtual Memory, tentukan pilihan drive yang merupakan lokasi ditempatkannya sistem operasi Windows. Pada kelompok kotak Paging file size for selected drive terdapat tiga pilihan pengaturan, yaitu Custom size, System managed size, dan No paging file.
8. Pilih No paging file jika Anda mempunyai memory lebih dari 512 MB, pilih pilihan System managed size bila Anda ingin Windows yang mengatur yang terbaik untuk komputer Anda.
9. Jika Anda menginginkan tweak lebih lanjut, maka pilih pilihan Custom size, kemudian tentukan nilai Initial size dan Maximum size dalam MB. Perhitungan nilai Initial dan Maximum dapat dihitung menggunakan pengali angka 1,5. Misal jika Anda mempunyai memory 512 maka perhitungannya 1,5 x 512 = 768. Nilai 768 merupakan nilai rata-rata initial dan maximum, sehingga Anda bisa memberi nilai range untuk initial misal 500 dan nilai maximum 900. Dan jika Anda menginginkan nilai yang tetap (fixed), Anda boleh juga memasukkan nilai misal sebesar 800 untuk initial dan maximum.
10. Setelah Anda tentukan kemudian klik tombol Set.
11. Klik tombol OK jika sudah yakin, sehingga Anda akan kembali ke jendela Performance Options.
12. Klik OK lagi untuk kembali ke jendela System Properties.
13. Klik OK, kemudian restart komputer untuk merasakan perubahan yang terjadi.
Alamat Virtual Storage Space dan Fisik
Jumlah maksimum dari memori fisik didukung oleh Microsoft Windows dari berkisar 2 GB sampai 2 TB, tergantung pada versi Windows. Ruang alamat virtual setiap proses bisa lebih kecil atau lebih besar dari total memori fisik yang tersedia pada komputer. Subset dari ruang alamat virtual dari proses yang berada di memori fisik dikenal sebagai working set. Jumlah virtual address space yang tersedia untuk memproses dibatasi oleh memori fisik dan ruang bebas di disk yang tersedia untuk file paging.
penyimpanan fisik dan ruang alamat virtual setiap proses tersebut akan disusun dalam halaman, unit memori, ukuran yang tergantung pada komputer host. Sebagai contoh, pada komputer x86 ukuran halaman host adalah 4 kilobyte.
Untuk memaksimalkan fleksibilitas dalam mengelola memori, sistem ini dapat memindahkan halaman dari memori fisik ke dan dari file paging pada disk. Ketika halaman dipindahkan dalam memori fisik, pembaruan sistem peta-peta halaman proses terpengaruh. Ketika sistem membutuhkan ruang memori fisik, bergerak yang paling terakhir digunakan halaman dari memori fisik ke file paging. Manipulasi dari memori fisik oleh sistem sudah benar-benar transparan untuk aplikasi, yang beroperasi hanya dalam ruang alamat virtual.

Sabtu, 05 Juni 2010

ARTIKEL selanjutnya >>

2. SISTEM OPERASI "LINUX".

'LINUX'
adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, sistem operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Linux sebagai program open source yang gratis Salah satu yang membuat Linux terkenal adalah karena gratis. Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program.
Kebebasan yang paling penting dari Linux, terutama bagi programmer dan administrator jaringan, adalah kebebasan memperoleh kode sumber (source code) dan kebebasan untuk mengubahnya. Ini berimplikasi pada beberapa hal penting. Pertama keamanan, yang kedua dinamika.

Teknologi/Fasilitas dalam Linux
• multitasking: beberapa program berjalan sekaligus.
• multiuser: beberapa pemakai pada mesin yang sama sekaligus (dan tanpa lisensi dua-pemakai!).
• multiplatform: berjalan pada berbagai CPU yang berbeda, tidak hanya Intel.
memiliki proteksi memori antar proses, sedemikian sehingga sebuah program tidak dapat menyebabkan seluruh sistem down.semua source code tersedia, termasuk seluruh kernel dan driver-drivernya, pengembangan tools dan semua program pemakai; dan semuanya didistribusikan secara gratis. Banyak program komersil yang disediakan untuk Linux tanpa source, tetapi semua yang asalnya gratis, termasuk seluruh sistem operasi dasar, tetap saja gratis.
• akses ke partisi MS-DOS (atau partisi OS/2 FAT) yang transparan melalui sistem file yang khusus: Anda tidak perlu menggunakan perintah yang khusus untuk menggunakan partisi MS-DOS, tampak sebagaimana sistem file Unix pada umumnya (kecuali untuk pembatasan nama file yang aneh, perijinan, dsb). Partisi MS-DOS 6 yang terkompres saat ini tidak berfungsi bila tanpa patch (dmsdosfs). VFAT (WNT, Windows 95) juga bisa digunakan pada Linux 2.0.
• sistem file yang khusus dan disebut UMSDOS memungkinkan Linux di instal pada sistem file DOS.
• HPFS-2 yang read-only mendukung OS/2 2.1
Kelebihan
1. Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka. Sehingga dapat dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli atau menggunakan Linux.
2. Linux mudah digunakan.
3. Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat alternatifnya di Linux. Kita dapat mengakses situs web Open Source as Alternative untuk memperoleh informasi yang cukup berguna dan cukup lengkap tentang alternatif aplikasi Windows di Linux.
4. Keamanan yang lebih unggul daripada Windows
5. Linux relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini.
6. Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty).
Kekurangan
1. Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows.
2. Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux.
Distro Pada Linux
• Torbo Linux
• Madriva
• Sabayon
• Debian
• Ubuntu
• Suse
• Blankon
• fendora

Selasa, 12 Januari 2010

Artikel analisa sistem informasi

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LABORATORIUM RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS DENGAN MENGGUNAKAN TOTAL ARCHITECTURE SYNTESIS

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan perancangan dan implementasi sistem Informasi Laboratorium di Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD). Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis, metode perancangan dengan menggunakan Total Architecture Synthesis (TAS) dan metode perancangan basis data. Metode analisis meliputi survei langsung ke laboratorium klinik RSKD, dan wawancara dengan pengguna sistem yang sedang berjalan di Laboratorium Klinik RSKD. Metode perancangan dengan menggunakan TAS meliputi tahap-tahap perancangan yang ada dalam konsep TAS antara lain:

1. Menentukan Initial Scope (Defining the Initial Scope)

2. Menentukan Kebutuhan (Defining the Requirements)

3. Mendesain Arsitektur Proses Bisnis (Designing the Bussiness Process Architecture)

4. Mendesain Arsitektur system (Designing the Systems Architecture)

5. Mengevaluasi Arsitektur (Evaluating Architectures)

Metode perancangan basis data meliputi perancangan basis data konseptual, logikal, dan fisikal. Hasil dari penelitian ini adalah dibuatnya suatu aplikasi Sistem Infomasi Laboratorium dimana komponen-komponen di dalamnya terintegrasi antara sistem yang satu dengan sistem lain yang ada dalam RSKD dan juga adanya fitur pengiriman hasil pemeriksaan dengan menggunakan SMS dan email, selain diambil langsung ke RSKD dan dikirim ke alamat yang dituju. Kesimpulan dari penelitian ini adalah seluruh transaksi yang terdapat dalam Laboratorium Klinik RSKD telah terkomputerisasi dan terintegrasi.

I .PENDAHULUAN

Sebuah sistem informasi diperlukan untuk mendukung semua proses bisnis yang bermanfaat guna mendukung pengambilan keputusan secara tepat dan bermanfaat bagi semua pihak. RSKD memiliki pasien yang berjumlah besar, yang setiap harinya terus bertambah. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem informasi laboratorium yang dapat mengelola semua pemeriksaan laboratorium secara tepat dan cepat, baik pasien yang berasal dari RSKD maupun yang dari luar, yang di dalamnya mencakup proses kegiatan yang dilakukan oleh karyawan pada Laboratorium Klinik RSKD.

Proses pemeriksaan laboratorium memerlukan waktu yang cepat dan membutuhkan hasil tepat dan akurat. Solusi agar semua proses layanan Laboratorium Klinik RSKD dapat berjalan dengan baik, maka dibutuhkan untuk membangun sebuah aplikasi layanan Laboratorium Klinik RSKD yang berbasiskan metode Total Architecture Syntesis (TAS).

Aplikasi ini merupakan sebuah sistem dimana semua proses dan data yang ada dalam layanan Laboratorium Klinik RSKD dapat menjadi sebuah basis data secara fisikal yang dapat terintegrasi langsung dengan alat pemeriksaan pada laboratorium yang hingga saat ini terdapat 20 buah alat pemeriksaan laboratorium. Aplikasi ini dapat menstandarisasi dan mengurangi kompleksitas pertukaran data antar fungsi yang berbeda. Jika terdapat suatu variabel yang tidak dibutuhkan oleh suatu proses, maka aplikasi ini memungkinkan proses tersebut untuk tidak memasukkan nilai, tetapi hasil yang diperoleh tetap melewati proses yang sama.

Dalam sebuah lembaga kesehatan seperti RSKD, proses pemeriksaan laboratorium berlangsung dinamis, sehingga terdapat kemungkinan mengalami perubahan seiring dengan perubahan dan tuntutan kebutuhan. Dengan adanya aplikasi ini, hal tersebut dapat teratasi karena sistem yang dibangun menggunakan metode TAS, mulai dari registrasi pasien baik dari RSKD maupun pasien rujukan dari luar, pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan alat yang sesuai, biaya yang harus dikeluarkan, pendataan karyawan yang melakukan pemeriksaan, sampai dengan pembayaran ke kasir.

II. REFERENSI LITERATUR

Lab Information System (LIS)

LIS adalah sebuah kelas dari perangkat lunak yang menangani penerimaan, pemrosesan dan penyimpanan informasi yang dihasilkan oleh proses laboratorium medis. Sistem ini seringkali harus berinteraksi dengan instrumen dan sistem informasi lainnya seperti Hospital Information Sistem (HIS).

Disiplin ilmu yang mendukung LIS termasuk diantaranya yaitu hematologi, kimia, imunologi, bank darah (manajemen donor dan transfusi), surgical pathology, anatomical pathology, flow cytometry and mikrobiologi.

Operasi dasar yang dilakukan dalam LIS:

1. Mengurutkan registrasi

2. Menerima sampel

3. Mengirimkan sampel kepada pemeriksa

4. Memasukkan hasil pemeriksaan

5. Laporan laboratorium

LIS pada umumnya mendukung fitur - fitur sebagai berikut.

1. Registrasi pasien

2. Penyimpanan data registrasi ke database

3. Memproses sampel

4. Menyimpan hasil

5. Pembuatan laporan

Fitur - fitur tambahan yang akan dibuat :

1. Pengiriman hasil pemeriksaan laboratorium melalui email dan SMS

2. Pembuatan berbagai jenis laporan yang dapat disesuaikan

3. Interface HL7

4. Pengecekkan sejarah pemeriksaan medis pasien [1].

Health Level Seven Standards (HL7 Standards)

HL7 (Health Level Seven) adalah salah satu standar American National Standards Institute (ANSI), yang telah terakreditasi oleh Standards Developing Organizations (SDO) dan digunakan dalam sistem pelayanan kesehatan.

HL7 menghasilkan suatu framework berupa template struktur data berdasarkan Reference Information Model (RIM) yang berisi spesifikasi tabel dan field yang sesuai dengan kebutuhan sistem administrasi di klinik maupun rumah sakit secara spesifik. Template tersebut akan dijadikan sumber acuan standar bagi para pengembang aplikasi perangkat lunak.

Templates ini menyediakan konsep atau struktur bagi suksesnya komunikasi antar manusia dalam suatu institusi maupun antar kelompok organisasi yang membutuhkan pertukaran informasi khususnya informasi dalam bidang medis.

Templates digunakan untuk merancang validasi atau verifikasi input data dalam suatu sistem medis. Selain itu templates mengarahkan dan mengatur informasi pada media masukan data. Selain itu juga mendefinisikan kolom-kolom apa saja yang dibutuhkan dalam sebuah data informasi, apa saja tipe data yang digunakan, nilai dari kolom-kolom tertentu dalam sebuah sistem medis.

Templates juga berguna untuk memastikan keluaran apa saja yang dibutuhkan pada suatu sistem atau sub-system determine, contohnya apa saja yang perlu diinformasikan berkenaan dengan deskripsi hasil tes laboratorium, dan informasi apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk membantu para pengambil keputusan seperti dokter dan lainnya [2].

C. Total Architecture Syntesis (TAS)

Prinsip dasar dari TAS adalah apapun arsitektur yang dipilih untuk memenuhi kebutuhan yang ada, sifat extentionable dari setiap services untuk mendukung munculnya kebutuhan, bahkan kebutuhan yang paling tidak terduga sekalipun tetap harus dipersiapkan.

TAS adalah sebuah metode perancangan yang menggunakan pendekatan iteratif dalam mengumpulkan kebutuhan, mendefinisikan proses bisnis, dan mendefinisikan arsitektur dari sebuah sistem.

Metode ini berawal dari inisiasi semua proses bisnis yang terpengaruh oleh perkembangan proyek ini. Proses bisnis ini kemudian diurutkan sesuai dengan tingkat kesulitan dan kepentingan bisnisnya. Setelah proses ini selesai dilakukan, kemudian iterasi untuk proyek ini dimulai. Iterasi pertama diawali dengan proses bisnis yang paling sulit dan banyak mengalami perubahan. Setiap iterasi terdiri dari pengumpulan kebutuhan, pendefinisian proses bisnis, pendefinisian arsitektur sistem, dan evaluasi.

Pengunaan metode TAS, menjadikan proses pengumpulan informasi akan kebutuhan dari sebuah perusahaan bukan lagi menjadi sebuah aktifitas yang terpisah dari proses bisnis dan arsitektur sistem. Semua aktifitas di atas kini secara iterative akan saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lainnya [3].

D. Business Process Management (BPM)

BPM adalah sebuah metodologi manajemen yang menyediakan pengaturan terhadap lingkungan proses bisnis untuk mencapai tujuannya yaitu meningkatkan kecepatan dalam menangani perubahan dan performa operasional. BPM merupakan sebuah pendekatan terstruktur yang mengimplementasikan metode, aturan, ukuran, management practices, dan alat perangkat lunak yang digunakan untuk mengatur secara berkesinambungan dan mengoptimalkan aktivitas serta proses-proses sebuah organisasi [4].

Karena dibuat untuk menggambarkan sistem yang kompleks, pola dari proses dibagi menjadi enam bentuk:

1. Basic control

2. Advanced branching

3. Structural

4. Multiple instances

5. State based

6. Cancellation [5].

Unified Modeling Language (UML)

Use Case Diagram

Sebuah skenario adalah sebuah urutan dari langkah-langkah yang menjelaskan sebuah interaksi antara seorang pengguna dan sebuah sistem. Sebuah use case adalah sekumpulan skenario yang saling terikat untuk mencapai tujuan dari pengguna.

Sebuah actor adalah sebuah peran yang dijalankan oleh pengguna ketika berinteraksi dengan sistem. Sebuah actor dapat melakukan lebih dari satu use case.

Class Diagram

Sebuah Class Diagram menjelaskan tipe dari objek dalam sebuah sistem dan berbagai jenis hubungan yang terdapat di antara objek-objek tersebut.

Sequence Diagram

Dengan menggunakan sebuah sequence diagram, sebuah objek digambarkan sebagai sebuah kotak di atas garis putus–putus vertikal. Garis putus–putus vertikal adalah lifeline dari sebuah objek. Lifeline menggambarkan siklus hidup dari sebuah objek selama interaksi berlangsung.

Setiap pesan (message) digambarkan dengan sebuah panah antara lifeline dari 2 objek. Urutan kemunculan pesan ini ditunjukkan dari atas ke bawah suatu halaman. Setiap pesan setidaknya memiliki nama sebagai label, namun juga dapat memiliki argument dan informasi mengenai control yang dijalankan. Sequence diagram dapat menunjukkan sebuah self-call, sebuah pesan yang dikirimkan oleh sebuah objek kepada dirinya sendiri, dengan cara mengirimkan arah dari panah pesan ke lifeline yang sama.

Activity Diagram

Activity diagram (diagram aktivitas) menjelaskan urutan dari sebuah aktivitas, dengan dukungan dari perilaku conditional dan paralel. Inti dari diagram aktivitas adalah activity state, yang disebut juga activity. Sebuah activity adalah sebuah status dari suatu kegiatan yang dilakukan.

Perilaku conditional digambarkan oleh branch dan merge. Branch memiliki satu masukkan dan beberapa transaksi keluaran. Sedangkan sebuah merge memiliki beberapa masukkan dan satu keluaran. Sebuah merge menandakan akhir dari perilaku conditional yang dimulai dengan sebuah branch.

Perilaku paralel diindikasikan dengan forks dan join. Sebuah fork memiliki satu masukkan dan beberapa transaksi keluaran. Ketika transisi masukan dipicu, semua transaksi keluaran dijalankan secara paralel dengan sebuah join, transisi keluaran akan diambil jika semua keadaan dari transisi masukan telah menyelesaikan kegiatannya. Fork dan join harus sesuai satu sama lainnya.

Selain itu, dalam sebuah diagram aktivitas juga terdapat simbol dynamic concurrency. Dynamic concurrency menunjukkan iterasi tanpa mengkonstruksi perulangan. Dynamic concurrency digambarkan dengan karakter ‘*’.

Untuk menunjukkan siapa pelaku dari sebuah aktivitas digunakan sebuah swimlanes. Dalam penggunaan swimlanes, aktivitas dalam diagram aktivitas harus dipisahkan ke dalam zona-zona vertikal yang dipisahkan oleh garis [6].
E. Basis data

Basis data adalah sekumpulan data yang saling berhubungan secara logical, dan keterangan dari data-data ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan perusahaan

Relational Key

Relational key terdiri dari:

1. Primary key

Key yang dipilih untuk mengidentifikasi secara unik sebuah baris dalam sebuah tabel.

2. Foreign key

Sebuah atau sekumpulan atribut dalam sebuah tabel yang menghubungkan beberapa field lainnya dalam sebuah hubungan [7].

Barcode

Barcode adalah sebuah representasi data yang dapat dibaca secara optikal oleh sebuah mesin. Biasanya barcode menampilkan data dalam bentuk garis-garis paralel dengan lebar yang berbeda [9].

EAN-13

Europian Article Number (EAN) adalah sebuah standar pembuatan barcode yang merupakan sebuah set yang terdiri dari 12 digit Universal Product Code (UPC) yang dikembangkan di Amerika Utara. Salah satu jenisnya adalah EAN-13 [10].

Topologi Star

Kelebihan

Keuntungan dari topologi star:

1. Performa yang lebih baik dalam pengiriman paket data melalui node yang tidak perlu dihindari dalam topologi ini.

2. Isolasi terhadap devices,dalam setiap device terpisah oleh hubungan ke hub.

3. Keuntungan dari setralisasi, sehingga dapat melakukan analisa semua arus dalam jaringan dan mendeterminasi behavior tertentu.

4. Kesederhanaan topologi jenis ini mudah dimengerti, dibuat dan dinavigasi.

Kekurangan

Kekurangan utama topologi star adalah ketergantungan yang tinggi dari sistem terhadap fungsionalitas dari hub pusat. Jika hub pusat tidak beroperasi dengan baik maka semua node akan mengalami efeknya [11].

Pengiriman SMS

AT Command

Hayes AT command set adalah sebuah command language yang bersifat spesifik yang dikembangkan untuk Hayes Smartmodem 300 baud modem. Perintah tersebut terdiri dari satu set kalimat pendek yang digabungkan menjadi satu untuk menghasilkan perintah lengkap untuk melakukan operasi seperti menelepon, memutuskan pembicaraan, dan mengubah parameter dari koneksi [12].

III. ANALISIS

Analisa Wawancara

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan tinjauan langsung ke lapangan, dengan menggunakan kuesioner seperti pada Tabel 1.

Tabel 1. Isi wawancara.

B.Analisa Permasalahan

Berdasarkan hasil wawancara didapatkanlah permaslahan sebagai berikut:

1. Proses pengumpulan data yang dilakukan menjadi rentan kesalahan karena ada kemungkinan terdapat beberapa data yang masih tertinggal di komputer yang terhubung dengan mesin pemeriksa yang belum diinput ke dalam database. Atau terjadi kesalahan pada saat proses input data yang dilakukan secara manual.

2. Kesulitan untuk mengetahui siapa yang memakai alat pemeriksaan di laboratorium.

3. Kesulitan dalam melakukan identifikasi sampel di laboratorium.

4. Pada sistem yang sedang berjalan karyawan secara bebas dapat meminta peralatan medis yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien, tanpa melakukan pengecekkan terlebih dahulu apakah peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia di ruangan pemeriksaan atau belum. Hal ini berakibat banyaknya peralatan medis yang dibiarkan begitu saja di ruangan pemeriksaan tanpa digunakan hingga kadaluarsa.

5. Format laporan tidak sesuai.

6. Belum tersedianya beberapa laporan yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan operasional rumah sakit.

Usulan Solusi

Dari permasalahan yang ada maka diusulkan solusi sebagai berikut:

1. Menyatukan output dari setiap mesin pemeriksaan ke server.

2. Menambahkan fitur login.

3. Peanambahan fitur untuk mencetak barcode dari sample.

4. Pendataan penggunaan alat medis.

5. Pembuatan laporan dengan format dan jenis sesuai kebutuhan.

IV. PERANCANGAN

Perancangan Aplikasi

Setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan yang ada dan pemecahan masalah yang akan dilakukan, didapatkan perancangan solusi sebagai berikut yang akan dijelaskan dalam sub bab ini. Perancangan solusi yang akan dilakukan dengan menggunakan tahap selanjutnya dari konsep TAS, kemudian dilanjutkan dengan tahap selanjutnya proses pengembangan sebuah proyek.

Aktivitas manual yang dihilangkan dari proses bisnis berjalan karena telah dikomputerisasi pada sistem yang baru adalah mencetak hasil pemeriksaan dari masing–masing alat pemeriksaan di laboratorium dan melakukan entri hasil pemeriksaan ke basis data laboratorium secara manual. Pada sistem yang baru, setiap mesin pemeriksaan akan terhubung ke server dan komputer yang akan membaca hasil pemeriksaan dari mesin tidak akan terhubung ke mesin pemeriksaan, melainkan terhubung ke server. Dengan solusi ini, data keluaran dari setiap mesin akan terintegrasi di server tanpa perlu melakukan input secara manual terhadap hasil dari masing-masing mesin pemeriksaan di laboratorium.

Selain itu, pada proses yang baru, akan ditambahkan beberapa fitur baru seperti pengiriman hasil pemeriksaan baik ke alamat yang dituju maupun melalui email dan SMS dari aplikasi. Solusi ini bertujuan untuk mempermudah proses untuk mendapatkan hasil pemeriksaan. Sehingga pihak pengambil hasil pemeriksaan tidak perlu datang ke rumah sakit untuk mengambil hasil pemeriksaannya. Fitur lainnya yang ditambahkan adalah adanya modul login dan pencatatan penggunaan peralatan medis serta pembuatan laporan yang dibutuhkan sesuai dengan fomat yang diinginkan stake holder.

B. Spesifikasi Perangkat Keras, Perangkat Lunak dan Jaringan

Spesifikasi Perangkat Keras

Perangkat keras yang digunakan berupa personal computer (PC) atau komputer yang dapat mendukung program Microsoft Visual Studio 2008, sebagai perangkat lunak utama untuk dapat mengunakan aplikasi sistem informasi laboratorium RSKD ini dan Oracle 10g sebagai perangkat lunak untuk mengakses database yang digunakan sebagai media penyimpanan data pada aplikasi ini, seperti pada Tabel perangkat lunak utama untuk dapat mengunakan aplikasi sistem informasi laboratorium RSKD ini dan Oracle 10g sebagai perangkat lunak untuk mengakses database yang digunakan sebagai media penyimpanan data pada aplikasi ini, seperti pada Tabel 2

- Spesifikasi Piranti Lunak

Kebutuhan peranti lunak untuk menjalankan suatu aplikasi sistem informasi laboratorium Rumah Sakit Kanker Dharmis (RSKD) meliputi kebutuhan perangkat lunak pada server dan client. Kebutuhan tersebut adalah Microsoft® Windows® 2000 Professional SP4.

Sedangkan DBMS yang digunakan adalah Oracle 10g.

• Spesifikasi Jaringan

Spesifikasi kebutuhan jaringan yang diusulkan:

1. Network Interface Card (NIC), sebagai network card yang dikenal dengan nama lain LAN Adapter, digunakan untuk memungkinkan komputer server dapat terhubung dengan komputer lainnya melalui jaringan, dalam hal ini adalah komputer klien.

2. Switch, digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada suatu area terbatas, untuk mengatur lalu lintas paket data dalam jaringan.

3. Topologi yang digunakan adalah topologi star. Topologi star merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna.

V. IMPLEMENTASI

Implementasi dari aplikasi baru yang telah dibuat akan sesuai dengan Gambar 1.

Karyawan mengambil alat Mendata penggunaan alatPengambilan sampelPemeriksan sampelHasil pemeriksaan VerifikasiPay to$PembayaranLaporan

VI. EVALUASI

Evaluasi terhadap database yang dilakukan meliputi 5 kriteria yang telah diuji-cobakan, yaitu Domain Integrity, Entity Integrity, References Integrity, Enterprise Constraint dan Security.

Domain Integrity

Hasil dari evaluasi Domain Integrity menunjukan bahwa semua tabel yang ada dalam database telah dilakukan uji coba, kesemuanya telah dapat dilakukan dengan tepat karena setiap atributnya harus diisi dengan batasan yang telah ditentukan sebelumnya.

Entity Integrity

Hasil dari evaluasi Entity Integrity menunjukan bahwa semua primary key pada setiap tabel tidak diperbolehkan untuk diisi dengan “NULL” value.

References Integrity

Hasil dari evaluasi References Integrity menunjukan bahwa semua foreign key pada setiap tabel yang memiliki foreign key terhubung dengan tabel lain dengan menggunakan referential integrity menggunakan rules on delete cascade, on update cascade, dimana jika data pada suatu tabel dilakukan peng-update-an maka tabel lain juga akan ikut ter-update, sedangkan jika data pada suatu tabel di-delete, maka data pada tabel lain yang terhubung melalui foreign key akan ikut ter-delete.

Enterprise Constraint

Hasil dari evaluasi Enterprise Constraint menunjukan bahwa setiap data baru akan dientry ke dalam database yang telah ada, maka akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu, dimana data baru yang akan diinput harus menyesuaikan constraint yang telah dibuat, agar data tersebut tetap konsisten dengan data yang lainnya.

Security

Hasil dari evaluasi security menunjukan bahwa semua tabel yang telah dilakukan uji coba, kesemuanya telah dapat berjalan sesuai dengan mekanisme yang ditentukan. Yaitu dengan membagi hak akses program sesuai tingkatan atau level user.

Sedangkan kriteria evaluasi terhadap aplikasi yang dilakukan adalah untuk kriteria fungsionalitas. Hasil dari evaluasi aplikasi menunjukkan bahwa aplikasi baru telah memenuhi kebutuhan pengguna dalam hal laporan kegiatan operasional di laboratorium dan juga mempercepat pekerjaan dan mengurangi tingkat kesalahan dalam pendataan hasil pemeriksaan. Dengan sistem yang terkomputerisasi sekarang tidak terjadi lagi kesalahan dalam penyimpanan data hasil pemeriksaan dan juga tidak dibutuhkan waktu untuk melakukan input hasil pemeriksaan mesin secara manual karena hasil pemeriksaan telah tersimpan secara otomatis ke dalam database.

Selain itu, aplikasi baru ini juga melakukan pencatatan terhadap penggunaan peralatan sehingga pemakaian peralatan terdata dengan baik. Aplikasi baru juga melakukan pendataan terhadap sampel di laboratorium sehingga tidak terjadi lagi kesalahan identifikasi sampel dari pasien.

Adapun beberapa keuntungan yang didapatkan dari penggunaan barcode adalah membuat proses pemasukkan data menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat:

1. Cepat: Barcode scanner dapat membaca atau merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual

2. Tepat: Teknologi barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data

3. Akurat: Teknologi barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi

VII. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil evaluasi skripsi yang telah dilakukan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Mengintegrasikan output dari setiap mesin yang terdapat di laboratorium klinik RSKD. Dengan terintegrasinya semua mesin pemeriksaan yang terdapat di laboratorium klinik RSKD, maka masalah yang timbul akibat kesalahan input data secara manual dapat dihilangkan. Hasil evaluasi menunjukkan kesalahan input yang terjadi dalam sistem yang lama dapat ditekan menjadi 0 % dengan penggunaan aplikasi baru ini.

2. Identifikasi sampel menggunakan label barcode juga mengatasi permasalahan seperti salah identifikasi sampel yang ada pada sistem lama yang sedang berjalan. Kesalahan dalam proses identifikasi sampel ini juga dapat ditekan menjadi 0% dengan penggunaan aplikasi baru ini. Adapun beberapa keuntungan yang didapatkan dari penggunaan barcode adalah membuat proses pemasukkan data menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat.

3. Pendataan pengguna mesin pemeriksaan. Dengan adanya pendataan ini maka pengguna dari mesin pemeriksaan dapat dilakukan karena setiap karyawan yang ingin mengambil hasil pemeriksaan dari mesin pemeriksaan harus melakukan login terlebih dahulu sehingga data dari karyawan pasti tercatat secara otomatis.

4. Pendataan penggunaan peralatan medis. Dalam penggunaan peralatan medis yang ada, karyawan diwajibkan untuk mengisi jumlah penggunaan peralatan medis yang digunakan setiap kali seorang karyawan ingin melakukan input data pengambilan sampel.

B. Saran

Berdasarkan Berikut merupakan beberapa saran yang diberikan sebagai perbaikan dari Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Laboratorium Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) dengan menggunakan TAS adalah :

1. Aplikasi sebaiknya bisa mengirimkan hasil pemeriksaan berupa SMS ke beberapa nomor tujuan pada saat yang sama.

2. Meskipun data penggunaan peralatan sudah ditampilkan dalam bentuk laporan, ada baiknya jika data transaksi pengunaan peralatan medis juga ditampilkan pada aplikasi.

3. Sistem login yang digunakan dalam aplikasi ini harus dapat memonitor penggunaan alat pemeriksaan pada laboratorium klinik RSKD dengan efektif.

4. Aplikasi sebaiknya memiliki interface untuk melakukan pencarian hasil pemeriksaan dengan mesin pemeriksaan laboratorium.

REFERENCES

[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Laboratory_information_system.html

[2] http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/20_152_InformatikaKedokteran.pdf/20 _152 _InformatikaKedokteran.html

[3] Brown.2008. Implementing SOA: Total Architecture in Practice. Addison Wesley Proffesional, United States of America.

[4] http://www.bpmsoftwarepnmsoft.com/what_is_bpm.html

[5] http://www.bptrends.com/publicationfiles/05-06-WP-BPMProcessPatterns-Atwood1.pdf

[6] Jacobson Ivar, et al. 1999. The Unified Modeling Language Reference Manual. Addison-Wesley.

[7] Connolly Thomas M. and Carolyn Begg. 2005. Database System : A Practical Approach to Design, Implementation, and Management. Fourth Edition. Addison Wesley Inc, United States of America.

[8] http://en.wikipedia.org/wiki/Object-oriented_programming.html

[9] http://en.wikipedia.org/wiki/Barcode.html

[10] http://en.wikipedia.org/wiki/EAN-13.html

[11] http://en.wikipedia.org/wiki/Star_topology.html

[12] http://en.wikipedia.org/wiki/AT_command#GSM.html

[13] http://cipkomputer.indonetwork.co.id/group+25923/kabel-data-motorola.htm

ANALISIS SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS

ABSTRAK : Rumah sakit sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan baik dan biaya yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Dalam hal ini yang akan dibahas dalam paper ini adalah mengenai rekam medis yaitu data yang yang sangat pribadi dan menjadi salah satu informasi penting bagi seorang pasien. System informasi rekam medis di beberapa rumah sakit masih banyak kelemahan dan kekurangan dalam hal pengoperasian sehingga mengakibatkan pelayanan menjadi terganggu. Bentuk rekam medis yang lazim kita temui berupa berkas kertas beserta lampiran-lampiran dokumen yang tidak sederhana. Untuk dapat memenuhi usaha di atas rumah sakit harus berkembang dan memenuhi kemajuan teknologi kedokteran yang ada, maka diterapkan suatu bentuk rekam medis berbasis komputer (elektronik) dengan adanya penyimpanan berkas rekam medis yang terkomputerisasi ini, menjadikan rekam medis tersebut mudah dan cepat diolah untuk memudahkan bagian rekam medis dalam pengolahan data rekam medis menjadi informasi.
Kata kunci : Sistem Informasi, Rekam Medis.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rekam medis (medical record) adalah data yang bersifat sangat pribadi dan menjadi salah satu informasi penting yang wajib menyertai seseorang kemanapun dia pergi. Kepemilikan informasi tersebut merupakan kepentingan dasar seorang pasien dan tidak boleh dirahasiakan dari pasien oleh sebuah institusi kesehatan manapun, karena informasi tersebut adalah hak milik pasien. Namun data tersebut rahasia bagi orang lain yang tidak berhak.
Bentuk rekam medis yang lazim kita temui berupa berkas kertas beserta lampiran-lampiran dokumen yang tidak sederhana. Tidak mungkin seseorang membawa rekam medisnya kemana-mana. Selain bentuknya yang kompleks, rekam medis tersebut tidak baku, dan kalau hilang seluruhnya atau sebagian akan menimbulkan masalah. Terutama jika institusi kesehatan yang tidak bisa menangani pasien lebih lanjut akan mengeluarkan surat rujukan ke institusi kesehatan lain.
Sesuai dengan perkembangan teknologi, maka diterapkan suatu bentuk rekam medis berbasis komputer (elektronik) dengan adanya penyimpanan berkas rekam medis yang terkomputerisasi ini, menjadikan rekam medis tersebut mudah dan cepat diolah untuk memudahkan bagian rekam medis dalam pengolahan data rekam medis menjadi informasi dalam bentuk laporan-laporan maupun statistik perkembangan pelayanan kesehatan maupun statistik penyakit.

B. Rumusan Masalah
Masalah-masalah ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Sebelum mendiagnosa dan melakukan tindakan medis, pihak rumah sakit akan memeriksa dan menanyakan kondisi pasien atau riwayat pasien. Dalam keadaan gawat darurat hal ini tidak mudah dilakukan. Padahal riwayat medis pasien mungkin sudah ada di rumah sakit lain. Namun tidak lazim rumah sakit meminta data rekam medis dari rumah sakit lain.
2. Rekam medis yang berupa kertas tidak mudah dibawa-bawa, penulisan data tidak baku, dan mudah hilang atau rusak.

C. Batasan Masalah
Mengingat luasnya cakupan bahasan sistem rekam medis rumah sakit, maka penulis akan membuat batasan terhadap masalah tersebut agar penulisan ini terfokus pada masalah yang diangkat menjadi judul paper ini. Karena alasan tersebut diatas maka penulis membatasi penulisan paper ini hanya pada analisis system.
D. Tujuan
Kelengkapan pengisian berkas rekam medis oleh tenaga kesehatan akan memudahkan tenaga kesehatan lain dalam memberikan tindakan atau terapi kepada pasien. Selain itu juga sebagai sumber data pada bagian rekam medis dalam pengolahan data yang kemudian akan menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen dalam menentukan langkah-langkah strategis untuk pengembangan pelayanan kesehatan. Masalah-masalah yang dijabarkan di atas menunjukkan adanya kebutuhan yang besar akan rekam medis yang penyajian datanya baku, dan bentuknya sederhana,
E. Manfaat
Rekam medis digunakan sebagai acuan pasien selanjutnya, terutama pada saat pasien itu berobat kembali. Rekam medis pasien harus siap apabila pasien berobat kembali.
Manfaat-manfaat rekam medis, diantaranya :
1. Memberikan kenyamanan bagi seorang pasien dalam atas data rekam medis.
2. Memberikan kemudahan bagi penyedia layanan kesehatan dalam mengakses rekam medis dan juga kenyamanan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
3. Meningkatkan pengelolaan rekam medis, mengurangi penggunaan kertas dan penyimpanan berkas yang membutuhkan alokasi tempat yang tidak sedikit.

F. Metode Penulisan
Library Research/Kepustakaan, yaitu dengan melakukan studi pustaka terhadap literatur-literatur yang berkaitan.
G. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III ANALISIS SISTEM
BAB IV PENUTUP
BAB V DAFTAR PUSTAKA

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Sistem Informasi
Sistem
Sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan erat satu dengan lainnya untuk mencapai tujuan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Informasi
Ada perbedaan antara data dan informasi. Data adalah fakta statistik dalam bentuk kumpulan simbol yang tidak mengartikan sesuatu. Informasi adalah data yang telah tersaring, terorganisir, terealisasi, dan saling berhubungan sehingga berguna untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut definisi-definisi di atas, informasi adalah hasil pengolahan dari data yang digunakan untuk membantu pengambil keputusan. Agar informasi berguna dalam pengambilan keputusan, harus memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Relevan, suatu informasi mempunyai manfaat sebagai dasar pengambilan keputusan.
2. Akurat, ketepatan dan dapat diandalkannya suatu informasi.
3. Tepat waktu, informasi yang diperoleh terbaru dan mudah diperoleh saat dibutuhkan.
4. Ringkas, informasi telah dikelompokkan sehingga tidak perlu diterangkan.
5. Jelas, tingkat informasi dapat di mengerti oleh penerima.
6. Dapat dikuantifikasi, tingkat informasi dapat dinyatakan dalam bentuk angka.
7. Konsisten, tingkat informasi dapat diperbandingkan.
Sistem Informasi
Sistem informasi sendiri adalah suatu cara yang sudah tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan (Sabarguna, 2005). Peran sistem informasi adalah menghasilkan informasi dari data yang diproses oleh sistem informasi.

Komponen yang terkait dengan sistem informasi adalah (Sabarguna, 2005) :
1. Pemakai
2. Tujuan
3. Masukan – proses – keluaran
4. Data
5. Teknologi
6. Model
7. Pengendali
Semua komponen tersebut saling berkait, bila data salah, maka hasilnya akan merupakan informasi yang salah juga.
B. Rekam Medis
Rekam Medis
Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas, anamnesa,penentuan fisik , laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medis yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap , rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat.
Rekam medis mempunyai pengertian yang sangat luas, tidak hanya sekedar kegiatan pencatatan, akan tetapi mempunyai pengertian sebagai suatu sistem penyelenggaraan rekam medis yaitu mulai pencatatan selama pasien mendapatkan pelayanan medik, dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi penyelenggaraan penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan untuk melayani permintaan/peminjaman apabila dari pasien atau untuk keperluan lainnya. Rekam medis mempunyai 2 bagian yang perlu diperhatikan yaitu bagian pertama adalah tentang individu : suatu informasi tentang kondisi kesehatan dan penyakit pasien yang bersangkutan. Bagian kedua adalah tentang manajemen : suatu informasi tentang pertanggungjawaban apakah dari segi manajemen maupun keuangan dari kondisi kesehatan dan penyakit pasien yang bersangkutan.
Rekam medis juga merupakan kompilasi fakta tentang kondisi kesehatan dan penyakit seorang pasien yang meliputi :
1. Data terdokumentasi tentang keadaan sakit sekarang dan waktu lampau
2. Pengobatan yang telah dan akan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional secara tertulis.

Secara umum, informasi yang tercantum dalam rekam medis seorang pasien harus meliputi :
1. Siapa (Who) pasien tersebut dan Siapa (Who) yang memberikan pelayanan kesehatan/medis,
2. Apa (What), Kapan (When), Kenapa (Why) dan Bagaimana (How) pelayanan kesehatan/medis diberikan,
3. Hasil akhir atau dampak (Outcome) dari pelayanan kesehatan dan pengobatan.
Rekam Medis Berbasis Komputer (elektronik)
Rekam medis elektronik adalah gudang penyimpanan informasi secara elektronik mengenai status kesehatan dan layanan kesehatan yang diperoleh pasien sepanjang hidupnya, tersimpan sedemikian hingga dapat melayani berbagai pengguna rekam yang sah ( Shortliffe, 2001).
Tujuan Rekam Medis
Tujuan Rekam Medis adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan . Tanpa didukung suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan benar , maka tertib administrasi tidak akan berhasil.
Fungsi Rekam Medis
Menurut Huffman (1994) menyatakan bahwa kegunaan rekam medis adalah sebagai berikut :
a. Manajemen/administrasi pelayanan pasien
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi, karena isinya menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga mdis dan perawat dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.
b. Quality Review (tinjauan kualitas)

c. Financial reimbursement
Isi Rekam Medis dapat dijadikan sebagai bahan untuk menetapkan biaya pembayaran pelayanan. Tanpa adanya bukti catatan tindakan /pelayanan, maka pembayaran tidak dapat dipertanggungjawabkan.

d. Legal affairs (perkara hukum)
Menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan, dalam rangka usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk menegakkan keadilan.
e. Education (pendidikan)
Berkas Rekam Medis mempunyai nilai pendidikan, karena isinya menyangkut data/informasi tentang kronologis dari pelayanan medik yang diberikan pada pasien.
f. Research (penelitian)
Berkas Rekam medis mempunyai nilai penelitian, karena isinya menyangkut data/informasi yang dapat digunakan sebagai aspek penelitian.
g. Public health (kesehatan umum)
h. Planning and marketing (perencanaan dan pemasaran)
BAB III
ANALISIS SISTEM

A. Analisis Sistem
Rekam medis mulai diisi saat seorang pasien atau klien datang ke fasilitas kesehatan meminta bantuan untuk memecahkan masalah kesehatannya. Pengisian rekam medis dimulai dengan pengisian format informasi identitas pasien atau klien, dan format ini biasanya diletakkan pada halaman terdepan dari dokumen rekam medis dan merupakan bagian dari patient record. Format informasi tentang identitas pasien atau klien, biasanya berisi nama, umur, jenis kelamin, status pernikahan, alamat dan lain-lain.
Selanjutnya dilakukan pengisian format patient record lainnya seperti :
1. Anamnesis : misalnya pasien dating dengan keluhan panas, maka pada anamnesis ditanyakan sejak kapan, apakah panasnya sepanjang hari atau periodic dan lain lain.
2. Physical diagnosis : Pemeriksaan fisik mulai dari kepala sampai dengan kaki sesuai kebutuhan.
3. Laboratory examination dan atau pemeriksaan lain seperti radiologi dan lain lain.
Seluruh format dalam rekam medis harus diisi sesuai kebutuhannya dan setiap tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan, pelayanan medis, konsultasi dan sebagainya harus mencantumkan nama jelas.

untitled

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil penganalisaan, dengan penyimpanan berkas rekam medis yang terkomputerisasi, menjadikan rekam medis tersebut mudah dan cepat diolah untuk memudahkan bagian rekam medis dalam pengolahan data rekam medis menjadi informasi dalam bentuk laporan-laporan maupun statistik perkembangan pelayanan kesehatan.

BAB V
DAFTAR PUSTAKA

1. Wahyudin, Asep, M.T. 2007. Materi Kuliah Sistem Informasi, Bandung : Program Studi Ilmu Komputer/UPI/FPMIPA.
2. Suhartanto, 2007, Perancangan Sistem Informasi Rekam Medis TPP Rawat Jalan Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul, Tugas Akhir, Yogyakarta: Program Studi D3 Rekam Medis dan Informas Kesehatan Universitas Gadjah Mada.
3. http://www.google.com/konsepsisteminformasi
4. Ni Luh Sari Widhiyani, BULETIN STUDI EKONOMI Volume 12 Nomor 2 Tahun 2007
5. Herlinda Marianti, 2008, Pembuatan Sistem Informasi Pasien Gawat Darurat Di Rumah Sakit, Tugas Ujian Akhir Semester Metodologi Berorientasi Objek, Bandung : Program Studi Ilmu Komputer/UPI/FPMIPA.

Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi

Penjualan Pelumas Pada Perusahaan “PT. Pro Roll International”

1. Pendahuluan

Seiring dengan semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis, keberadaan pengolahan data menjadi informasi secara terkomputerisasi menjadi sangat

penting. Hal itu dikarenakan pengolahan data secara terkomputerisasi dapat

memberikan kontribusi yang besar untuk kinerja suatu perusahaan. Jika

dibandingkan pengolahan data secara manual, pengolahan data secara

terkomputerisasi memiliki kelebihan, seperti: pengolahan data yang cepat dan

akurat, mendukung pengolahan data dalam skala besar. Perusahaan sebagai organisasi yang memiliki kecenderungan orientasi pada laba, selalu membutuhkan sistem yang terkomputerisasi dalam mengumpulkan, menyimpan, dan memproses data untuk menghasilkan informasi yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan strategi dan pengambilan suatu keputusan secara efektif. Tanpa adanya sistem yang terkomputerisasi, perusahaan akan menghadapi kendala untuk mendapatkan informasi yang actual dan akurat. Hal itu dapat disebabkan oleh proses pengumpulan dan pengolahan data masih dilakukan secara manual. Dengan bantuan sistem yang terkomputerisasi pula informasi dapat dikelola dengan baik, sehingga dapat menciptakan efisien biaya. Perusahaan “PT. Pro Roll International” merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan pelumas. Pada saat ini sistem informasi penjualan pada perusahaan “PT. Pro Roll International” masih dilakukan secara manual sehingga kinerjanya belum efektif. Hal itu tercermin pada seringnya terjadi keterlambatan penyusunan laporan penjualan dan piutang dagang, kesalahan pencatatan dan perhitungan persediaan, serta pengulangan dalam pencatatan transaksi. Oleh karena itu, perusahaan “PT. Pro RollInternational” bermaksud mengkomputerisasikan sistem bagian penjualan untuk memaksimalkan kinerjanya. Diharapkan setelah sistem informasi penjualan dikomputerisasi, maka pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan data transaksi dapat dilakukan secara akurat dan cepat.

Berikut ini adalah gambar proses bisnis perusahaan mulai dari pengadaan pelumas sampai penjualannya.

2. Landasan Teori

2.1 Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,

bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan

kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.[Har05].

2.2 Sistem Aplikasi Komputer Berbasis Web

Aplikasi dalam bahasa awam sering disebut sebagai sebuah kumpulan program

atau script. Aplikasi web yang dibangun dengan menggunakan Struts framework

terdiri dari komponen-komponen individual yang digabungkan menjadi satu

aplikasi. Aplikasi tersebut dapat diinstal dan dieksekusi oleh web container.

Komponen-komponen tersebut dapat digabungkan karena mereka terletak dalam sebuah konteks web yang sama, yang menjadikan mereka bergantung satu dengan yang lainnya, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

2.3 Perangkat Analisa Sistem

2.3.1 Data Flow Diagram (DFD)

DFD merupakan diagram yang mengunakan notasi-notasi atau simbol-simbol

untuk mengambarkan sistem jaringan kerja antar fungsi-fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data.[Har05].

Adapun yang digunakan dalam DFD adalah:

1. Kesatuan Luar (External Entity)

Kesatuan luar (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang,

organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan

memberikan input atau menerima output dari sistem. Suatu kesatuan luar

dapat disimbolkan dengan suatu notasi persegi panjang atau suatu persegi

panjang dengan sisi kiri dan atasnya berbentuk garis tebal.

2. Aliran data

Aliran data di DFD diberikan simbol suatu panah. Aliran data ini mengalir

diantara process (process), simpanan data (data store) dan kesatuan luar

(External entity). Aliran data ini menunjukkan arus dari data yang dapat

berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.

3. Proses

Suatu process adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin

atau komputer dari hasil suatu aliran datayang masuk ke dalam proses untuk

dihasilkan aliran data yang akan keluar dari proses. Suatu proses dapat

disimbolkan dengan notasi lingkaran atau dengan simbol empat persegi

panjang dengan sudut-sudut tumpul.

4. Penyimpan Data (Data Store)

Penyimpan data (data store) merupakan penyimpan data yang dapat berupa:

• Suatu file atau basis data di sistem komputer.

• Suatu arsip atau catatan manual.

• Suatu kotak tempat data di meja seseorang.

• Suatu tabel acuan manual.

• Suatu agenda atau buku.

Simpanan data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horisontal

paralel yang tertutup di salah satu ujungnya atau tanpa ditutup.

2.3.2 Entity Relational Diagram (E-R Diagram)

Entity Relational Diagram merupakan salah satu pemodelan data konseptual yang

paling sering digunakan dalam proses pengembangan basis data bertipe relasional.

Model E-R adalah rincian yang merupakan representasi logika dari data pada suatu organisasi atau area bisnis tertentu.[Fat99]. Model E-R terdiri dari beberapa komponen dasar yaitu sebagai berikut:

1. Entitas

Entitas adalah sesuatu atau objek di dunia nyata yang dapat dibedakan dari

sesuatu atau objek yang lainnya. Sebagai contoh, setiap mahasiswa dalam

suatu universitas adalah suatu entitas. Setiap fakultas dalam suatu universitas

adalah juga suatu entitas. Dapat dikatakan bahwa entitas bisa bersifat

konseptual/abstrak atau nyata hadir di dunia nyata.

2. Atribut

Atribut adalah properti deskriptif yang dimiliki oleh setiap anggota dari

himpunan entitas. Sebagai contoh entitas mahasiswa, atribut-atribut yang

dimiliki adalah nim, nama mahasiswa, alamat dan lain-lain.

3. Hubungan antar relasi (Relationship)

Hubungan antar relasi adalah hubungan antara suatu himpunan entitas

dengan himpunan entitas yang lainnya. Misalnya, entitas mahasiswa

memiliki hubungan tertentu dengan entitas matakuliah (mahasiswa

mengambil matakuliah). Pada penggambaran model E-R, relasi adalah

perekat yang menghubungkan suatu entitas dengan entitas yang lainnya.

4. Kardinalitas/Derajat Relasi

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat

berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Sebagai contoh:

entitas-entitas pada himpunan entitas mahasiswa dapat berelasi dengan satu

entitas, banyak entitas atau tidak satupun entitas dari himpunan entitas

kuliah. Kardinalitas relasi yang terjadi di antara dua himpunan entitas dapat

berupa:

• Satu ke Satu(One to One)

Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak

dengan satu entitas pada himpunan entitas B, begitupun sebaliknya.

• Satu ke Banyak(One to Many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak

entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap

entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak

dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

• Banyak ke Satu(Many to One)

Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak

dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya

dengan entitas B.

• Banyak ke Banyak(Many to Many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak

entitas pada himpunan entitas B, dan demikian sebaliknya, dimana setiap

entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas

pada himpunan entitas A.

2.4 Perangkat Lunak Pembangun Sistem

2.4.1 Hypertext Preprocessor (PHP)

PHP merupakan bahasa pemrograman berbentuk script yang ditempatkan dalam

server dan diproses di server. Hasil dari pengolahan akan dikirimkan ke klien,

tempat pemakai menggunakan browser. Secara khusus, PHP dirancang untuk

membentuk web dinamis. Artinya, ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini. Misalnya, kita bisa menampilkan isi database ke halaman web. Pada prinsipnya, PHP mempunyai fungsi yang sama dengan script seperti ASP (Actives Server Page), Cold Fusion, ataupun Perl.[Kad01].

2.4.2 MySQL

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL

(Database Management System) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL merupakan perangkat lunak basis data open source yang paling digemari, karena perangkat lunak ini merupakan perangkat lunak basis data yang powerful dan cukup stabil untuk digunakan sebagai media penyimpanan data.

2.4.3 Asynchronous Javascript And XML (Ajax)

Ajax atau Asynchronous Javascript And XML merupakan teknik pengembangan

web untuk menciptakan aplikasi web yang interaktif. Tujuan Ajax adalah untuk

membuat web yang lebih responsive dengan melakukan pertukaran data dengan

server secara behind the scenes. Sehingga setiap kali pengguna melakukan perubahan pada form atau halaman web, maka halaman web tersebut tidak akan

terjadi aksi reloaded.[Dar06].

3. Analisa dan Perancangan

3.1 Data Flow Diagram (DFD)

Pada program aplikasi sistem informasi penjualan pelumas, DFD yang dirancang

akan dijelaskan berikut ini:

Gambar 3 DFD Level 1

Gambar 4 DFD Level 2, Proses 1.4

Gambar 5 DFD Level 3, Proses 1.4.2

Gambar 6 DFD Level 4, Proses 1.4.2.6

5. Evaluasi Sistem

Pada bab ini menjelaskan mengenai hasil evaluasi sistem yang dilakukan pada

aplikasi sistem informasi penjualan pelumas. Metode evaluasi sistem yang

digunakan adalah black-box testing. Black-box testing adalah metode pengujian

yang dimana penilaian terhadap sebuah aplikasi bukan terletak pada spesikasi

logika/fungsi aplikasi tersebut, tapi input dan output. Dengan berbagai input yang

diberikan akan dievaluasi apakah sesuatu sistem/aplikasi dapat memberikan

output/keluaran yang sesuai dengan harapan penguji. Evaluasi sistem dilakukan

dengan cara sebagai berikut:

• Hasil evaluasi sistem disajikan dalam bentuk tabel.

• Evaluasi ditargetkan pada setiap proses yang dimiliki aplikasi sistem

penjualan pelumas.

• Masing-masing proses memiliki minimal 1 test case.

• Setiap test case memiliki 6 kolom, yaitu:

1. Test case: penomoran test case pada masing masing proses.

2. Field: field-field yang menerima nilai input. Field tersebut mengacu

pada field table di basis data.

3. Input: nilai yang diberikan kepada masing-masing field.

4. Valid Output: hasil dari response aplikasi/sistem yang diharapkan

pengguji.

5. Output: hasil yang diberikan aplikasi/sistem.

6. Status: Penilaian yang diberikan penguji. Apabila hasil keluaran/output

sesuai dengan harapan pengguji, maka pada kolom status akan

diberikan nilai “Ok”. Jika tidak sesuai harapan penguji, maka akan

diberikan nilai “Gagal”.

6. Kesimpulan dan saran

Berdasarkan hasil yang telah dicapai pada pembuatan program aplikasi dan target

awal perancangan program dapat ditarik beberapa kesimpulan, antara lain:

• Telah berhasil diimplementasikan Sistem Informasi Penjualan Pelumas

dimana terjadi peningkatan efisiensi dan efektivitas pada perusahaan setelah

mengimplementasikan sistem komputerisasi tidak dapat diukur dalam waktu

singkat. Walaupun demikian, beberapa permasalahan yang ada pada sistem

lama seperti: keterlambatan pembuatan laporan yang terkait dengan

penjualan, kesalahan pencatatan dan perhitungan persediaan, serta

pengulangan pencatatan transaksi, dapat diatasi dengan baik oleh sistem

baru.

• User Interface Design pada aplikasi dapat dimengerti dengan baik oleh

pengguna.

• Aplikasi dapat memberikan laporan yang terkait dengan penjualan dan

piutang dengan cepat.

• Fitur pemesanan, surat jalan, faktur, fkbayar/pembayaran dan laporan dapat

berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan pengguna.

Saran penulis untuk program aplikasi ini akan dijelaskan pada poin-poin berikut

ini:

• Fitur yang tersedia pada aplikasi telah dapat mengatasi permasalahan yang

ada pada sistem lama. Namun demikian, seiring dengan berjalannya waktu,

perkembangan bisnis pada perusahaan juga akan semakin meningkat. Oleh

karena itu, diperlukan pengembangan yang lebih lanjut terhadap fitur yang

sudah ada.

• Kemampuan aplikasi sistem informasi penjualan pelumas dalam hal

penangganan multi-user masih cukup minim. Oleh karena itu,

pengembangan yang lebih lanjut pada fitur tersebut masih diperlukan.

• Penambahan fitur inventori pada aplikasi perlu segera direalisasikan,

sehingga penambahan stok barang dapat dilakukan secara otomatis oleh

sistem.


Perancangan Sistem Informasi Penentuan Angka Kredit Jabatan Fungsional Peneliti

Abstrak

Tujuan penelitian adalah merancang sistem informasi Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk jabatan peneliti yang berbasis komputer; sehingga dapat memudahkan dalam membuat laporan penentuan angka kredit, memudahkan pemasukan dan pencarian data sehingga dapat menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan. Penelitian menggunakan paradigma siklus hidup pengembangan sistem, meliputi tahapan pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi pustaka; analisis sistem dengan aliran dokumen; perancangan sistem menggunakan diagram konteks, diagram aliran data, kamus data, diagram relasi entitas, relasi antar file, struktur file, struktur program, sancangan masukan, rancangan luaran, dan struktur menu.

1. Pendahuluan


Penelitian adalah suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan menurut metode ilmiah yang sistematik untuk menemukan informasi ilmiah dan atau teknologi yang baru, membuktikan kebenaran atau ketidak benaran hipotesa sehingga dapat dirumuskan teori dan atau proses gejala alam dan atau sosial. Hasil penelitian kemudian di publikasi untuk mendapatkan atau meningkatkan jabatan peneliti. Jabatan peneliti adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang pejabat peneliti dalam suatu satuan organisasi penelitian dan pengembangan. Pejabat peneliti adalah Pegawai Negeri Sipil yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dalam suatu tingkat jabatan peneliti dan dipekerjakan pada suatu satuan organisasi penelitian dan pengembangan dengan tugas pokok melakukan penelitian dan pengembangan. Pengembangan adalah kegiatan tindak lanjut penelitian untuk mendapatkan informasi tentang cara mempergunakan teori, dan atau proses, untuk tujuan praktis (1). Hasil penelitian dan pengembangan yang akan di hitung angka kredit penelitinya harus disampaikan ke P2JP, P2JP mengolah Penetapan angka kredit bagi para peneliti di Indonesia. Penentuan PAK dilakukan melalui beberapa proses yang dapat dilihat pada Gambar 1. Penelitian bertujuan untuk merancang sistem informasi Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk Jabatan Peneliti berbasis komputer; sehingga dapat memudahkan dalam membuat laporan penentuan angka kredit, memudahkan pemasukan dan pencarian data sehingga dapat menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan. Penelitian menggunakan paradigma System Development Life Cycle (2), meliputi tahapan pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka; Analisis sistem dengan flow map; perancangan sistem dengan menggunakan diagram konteks, DFD, kamus data, ERD, relasi antar file, struktur file, struktur program, rancangan masukan, rancangan luaran, dan struktur menu.

2. Pengumpulan Data dan Analisis Sistem


Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan petugas di P2JP LIPI. Selain itu dilakukan juga studi literatur yang berhubungan dengan jabatan peneliti, seperti pengertian jabatan peneliti, perolehan jabatan peneliti, jenjang peneliti, perhitungan angka kredit, unsur yang dinilai, tata cara pengajuan angka kredit, tata cara penilaian, dll.
Analisis sistem ditujukan untuk menganalisis sistem yang sedang berjalan, sehingga dapat dipahami keadaan sistem yang ada, analisis ini biasanya menggunakan diagram alir dokumen. Aliran dokumen dari satu bagian ke bagian lain dapat terlihat dengan jelas, begitu juga adanya penyimpan data, yang dilakukan secara manual. Analisis dilakukan juga pada proses Penetapan Angka Kredit Jabatan Penelitian yang biasa dilakukan. Hasil analisis ini kemudian digunakan untuk merancang sistem informasi yang diperlukan.

Pengertian Jabatan Peneliti di jelaskan dalam Surat Edaran Bersama Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara dan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 15/SE/1982 dan Nomor 704/KEP/J.10/1982 tanggal 27 Oktober 1982 (1). Urutan jabatan peneliti adalah sebagai berikut: Asisten Peneliti Muda, Asisten Peneliti Madya, Ajun Peneliti Muda, Ajun Peneliti Madya, Peneliti Muda, Peneliti Madya, Ahli Peneliti Muda, Ahli Peneliti Madya, dan Ahli Peneliti Utama.
Jenjang Pangkat Jabatan Peneliti adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Jenjang Pangkat Peneliti
Jabatan Peneliti Pangkat dan Golongan Ruang
Asisten Peneliti Muda Penata Muda, Golongan Ruang III/a
Asisten Peneliti Madya Penata Muda Tingkat I, Golongan Ruang III/b
Ajun Peneliti Muda Penata, Golongan Ruang III/c
Ajun Peneliti Madya Penata Tingkat I, Golongan Ruang III/d
Peneliti Muda Pembina, Golongan Ruang IV/a
Peneliti Madya Pembina Tingkat I, Golongan Ruang IV/b
Ahli Peneliti Muda Pembina Utama Muda, Golongan Ruang IV/c
Ahli Peneliti Madya Pembina Utama Madya, Golongan Ruang IV/d
Ahli Peneliti Utama Pembina Utama, Golongan Ruang IV/e

Untuk dapat diangkat dalam jabatan peneliti, seorang Pegawai Negeri Sipil harus memenuhi angka kredit yang ditentukan dan mempunyai tugas pokok melakukan penelitian dan pengembangan dan bekerja pada satuan organisasi penelitian dan pengembangan. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh seorang Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat menjadi pejabat peneliti adalah sebagaimana dimaksud dalam lampiran II Keputusan Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara Nomor 01/MENPAN/1983, yaitu:
(1) Asisten Peneliti Muda = 100 angka kredit
(2) Asisten Peneliti Madya = 150 angka kredit
(3) Ajun Peneliti Muda = 200 angka kredit
(4) Ajun Peneliti Madya = 300 angka kredit
(5) Peneliti Muda = 400 angka kredit
(6) Peneliti Madya = 550 angka kredit
(7) Ahli Peneliti Muda = 700 angka kredit
(8) Ahli Peneliti Madya = 850 angka kredit
(9) Ahli Peneliti Utama = 1000 angka kredit

Jumlah angka kredit tersebut di atas, harus terdiri dari:
(1) Sekurang-kurangnya 70% (tujuh puluh persen) berasal dari unsur-unsur utama, karya tulis ilmiah, dan atau pemacuan teknologi (lihat Tabel 2).
(2) Sebanyak-banyaknya 30% (tiga puluh persen berasal dari unsur-unsur penunjang, yaitu pemasyarakatan ilmu dan teknologi, keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah, pembinaan kader ilmiah, dan atau penghargaan ilmiah
(3) Angka kredit dari unsur kriteria karya tulis ilmiah yang diterbitkan sekurang-kurangnya harus sama dengan jumlah angka kredit dari unsur kriteria karya tulis ilmiah yang belum dan atau tidak diterbitkan.
(4) Untuk dapat diangkat sebagai Ahli Peneliti seorang Pegawai Negeri Sipil wajib memiliki angka kredit dari unsur kriteria karya tulis ilmiah hasil penelitian yang diterbitkandan atau disajikan dalam pertemuan ilmiah dan atau dalam pemacuan teknologi sekurang-kurangnya sebesar 30%(tiga puluh persen) yang di tulis /dibuatnya sendiri atau bersama dengan pejabat peneliti lain, dengan ketentuan ia sebagai penulis/pembuat utamanya.
(5) Apabila suatu karya tulis ilmiah atau pemacuan teknologi atau pemasyarakatan ilmu dan teknologi atau keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah ditulis oleh lebih dari seorang, maka pembagian angka kreditnya ditetapkan 60%(enam puluh persen) bagi penulis utama dan 40% (empat puluh persen) bagi semua penulis pembantu.
(6) Apabila kriteria yang dipergunakan dalam penilaian berubah maka yang diperhitungkan hanya selisih angka kreditnya.
(7) Angka kredit dari unsur kriteria pendidikan bergelar hanya diperhitungkan satu kali dan yang dinilai ialah pendidikan tertinggi.
(8) Apabila Pegawai Negeri Sipil memperoleh pendidikan yang lebih tinggi setelah ia diangkat dalam jabatan peneliti, maka yang diperhitungkan hanyalah selisih angka kredit antara pendidikan yang diperoleh sebelumnya dengan pendidikan yang lebih tinggi itu (1).

3. Perancangan Sistem Informasi

Berdasarkan hasil analisis sistem kemudian dibuat rancangan sistemnya, meliputi: Diagram Konteks, Data Flow Diagram, Entity Relantionship Diagram (ERD), Relasi antar File, Struktur File, Struktur Program, Struktur Menu, Format Masukan dan Format Luaran.
Diagram konteks menggambarkan suatu sistem informasi secara global, termasuk aliran data dari masukan (input) ke proses kegiatan (sistem), dari proses ke proses, dan dari proses ke luaran (output) menjadi sebuah informasi yang terpadu.
Data Flow Diagram merupakan alat pemodelan dari proses analisis kebutuhan perangkat lunak. Dalam DFD dibahas fungsi-fungsi apa saja yang diperlukan oleh suatu sistem dan aliran data yang terdapat diantara proses di dalamnya. DFD berguna sebagai alat untuk memverifikasikan apakah sistem yang akan dibangun sudah memenuhi kriteria yang diinginkan oleh user atau belum. Data flow diagram dapat dikembangkan dari level yang paling rendah ke level yang lebih tinggi. DFD level 0 merupakan pengembangan dari diagram konteks, DFD level 1 merupakan pengembangan dari DFD level 0. Tiap proses dari DFD dapat dikembangkan lagi menjadi lebih detail sampai proses-proses tersebut tidak dapat dikembangkan lagi. Adapun Data Flow Diagram yang dari Sistem Pemrosesan Angka Kredit (PAK) bagi jabatan peneliti dapat dilihat pada Gambar 2 (DFD Level 0), Gambar 3 (DFD level 1 poses 1) , dan Gambar 4 (DFD level 1 proses 2).

4. Penutup
Hasil observasi terhadap sistem pemrosesan angka kredit bagi jabatan peneliti, dapat disimpulkan bahwa perlu adanya sistem yang berbasis komputer, sehingga pemasukan, pengolahan, penyimpanan, dan pencarian data dapat dilakukan dengan cepat, termasuk pembuatan laporan.
Untuk merealisasikan adanya sistem berbasis komputer, perlu dibuat diagram alir dokumen, sehingga dapat diketahui entitas yang terlibat; diagram konteks sistem untuk mengetahui hubungan antar entitas sumber, proses, dan entitas tujuan, hal ini memudahkan dalam melihat sistem yang akan dirancang secara global; diagram aliran data untuk mengetahui data yang mengalir dari entitas awal ke proses, data dari proses ke entitas tujuan, data dari proses ke proses, dan data dari proses ke file, begitu juga sebaliknya; diagram relasi entitas untuk mengetahui relasi antar file, termasuk kardinalitasnya apakah satu ke satu, satu ke banyak atau banyak ke banyak; struktur file; struktur menu dan struktur program, semuanya ini dilakukan dengan maksud untuk memudahkan dalam tahap implementasi.


Diposkan oleh FiTrA GiNanJaR di 13:01
0 komentar:

Poskan Komentar
Posting Lama Halaman Muka
Langgan: Poskan Komentar (Atom)
Guest Book Fitra

ShoutMix chat widget
Mengenai Saya
Foto Saya

FiTrA GiNanJaR

Lihat profil lengkapku
Video Fitra


Free Indo Flash Video Player at musik-live.net
musik Fitra


Free Indo Flash Mp3 Player at musik-live.net
Arsip Blog

* ▼ 2009 (5)
o ▼ Desember (3)
+ 4 Artikel analisa sistem informasi
+ Tugas Mandiri
+ CV
o ► Januari (2)
+ Foto
+ tentang raharja

Google Mini Seacrh

Kamis, 24 September 2009

KOMPUTER

1.1.1 Pengertian dasar komputer

Konsep awal terciptanya komputer adalah sebagai alat hitung. Istilah komputer diambil dari bahasa latin computare yang artinya menghitung, jika dalam bahasa inggris to compute, yang artinya juga sama yaitu menghitung.

Secara umum komputer dapat diartikan sebagai alat elektronika yang bekerja secara koordinasi dan integrasi berdasarkan program, dapat menerima masukan berupa data yang diproses didalam suatu sistem dan dikeluarkan dalam bentuk informasi.

Untuk lebih memahami konsep komputer anda bisa perhatikan struktur organisasi komputer disamping dan berikut penjelasannya :

1. Input Device (Alat Masukan)

Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer

2. Output Device (Alat Keluaran)

Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.

3. I/O Ports

Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem. Peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini.

4. CPU (Central Processing Unit)

CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer.

5. Memori

Memori terbagi menjadi dua bagian yaitu memori internal dan memori eksternal. Memori internal berupa RAM (Random Access Memory) yang berfungsi untuk menyimpan program yang kita olah untuk sementara waktu, dan ROM (Read Only Memory) yaitu memori yang haya bisa dibaca dan berguna sebagai penyedia informasi pada saat komputer pertama kali dinyalakan.

6. Data Bus

Adalah jalur-jalur perpindahan data antar modul dalam sistem komputer. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing saluran hanya dapat membawa 1 bit data, maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat ditransfer pada suatu saat. Lebar data bus ini menentukan kinerja sistem secara keseluruhan. Sifatnya bidirectional, artinya CPU dapat membaca dan menirma data melalui data bus ini. Data bus biasanya terdiri atas 8, 16, 32, atau 64 jalur paralel.

7. Address Bus

Digunakan untuk menandakan lokasi sumber ataupun tujuan pada proses transfer data. Pada jalur ini, CPU akan mengirimkan alamat memori yang akan ditulis atau dibaca. Address bus biasanya terdiri atas 16, 20, 24, atau 32 jalur paralel.

8. Control Bus

Control Bus digunakan untuk mengontrol penggunaan serta akses ke Data Bus dan Address Bus. Terdiri atas 4 samapai 10 jalur paralel.

1.1 Pengenalan konsep dasar komputer

1.1.2 Sistem Pengolahan Data Elektronik

Sistem Pengolahan Data Elektronik (SPDE) merupakan sistem pengolahan data yang menggunakan komputer sebagai peralatan umum. Untuk melakukan sistem pengolahan data ini diperlukan unsur-unsur pelaksana yang terdiri dari :

Hardware (Perangkat Keras)

Software (Perangkat Lunak)

Brainware (Sumber Daya Manusia)

1.1 Pengenalan konsep dasar komputer

1.1.3 Hardware komputer

Perangkat keras yang ada pada komputer atau yang lebih familiar disebut Hardware, dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :

1. Perangkat Input

Perangkat input berfungsi untuk memasukkan data dan program kedalam komputer. Contoh perangkat input antara lain:

· Keyboard

· Mouse

· Scaner, dll.

2. Perangkat Output

Perangkat ini berfungsi untuk menampilkan hasil pengolahan data. Contoh perangkat input antara lain :

· Monitor

· Printer

· Speaker, dll.

3. Perangkat Penyimpan Data

Perangkat ini berfungsi untuk menyimpan data secara permanen. Contoh perangkat penyimpan data antara lain:

· Diskete

· Harddisk

· Compact Disc

· Flash Disc, dll.

4. Perangkat Pembaca dan Penulis Data

Perangkat ini berfungsi untuk membaca dan menulis data kedalam perangkat penyimpan data. Contoh perangkat pembaca dan penulis data antara lain :

· Floppy Disk Drive

· CD ROM

· CD RW

· DVD ROM

· DVD RW, dll.

5. Perangkat Proses

Perangkat ini berfungsi untuk proses komputer secara keseluruhan. Perangkat proses ini terdiri dari :

· Control Procecing Unit (CPU) / Prosesor

· Main Memory

1.1 Pengenalan konsep dasar komputer

1.1.4 Software Komputer

Software merupakan program-program yang befungsi mengatur kerja hardware. Software dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :

1. Sistem Operasi (Operating System)

Sistem Operasi berfungsi untuk mengatur kerja komputer secara mendasar, misalnya menghidupkan dan mematikan komputer, dll. Contoh Sistem Operasi yaitu :

· Ms. DOS

· MS. Windows untuk Personal Computer

· Linux

· LinDows, untuk pengguna Linux dan Windows

· Mac OS untuk pengguna komputer Apple Macintosh

· OS/2, AIX, OS/390 untuk komputer IBM

· SunOS untuk Sun Komputer

· Free BSD

· Solaris

· VMS untuk DEC, dll.

2. Program Paket (Package Program)

Program paket menyediakan program siap pakai yang dibuat oleh pabrik. Contoh Paket Program antara lain:

· Microsoft Office

· Adobe Photoshop

· Corel Draw, dll.

3. Bahasa Pemrograman ( Language )

Bahasa pemrograman dipakai untuk membuat program-program aplikasi yang dapat berfungsi sebagai penghubung kerja antara computer dan peralatannya sesuai dengan kebutuhan pembuatnya. Contoh bahasa pemrograman yaitu :

· Basic

· Pascal

· Visual Basic

· Borland Delphi

· Foxpro, dll.

4. Program Bantu ( Utility )

Program Bantu dapat digunakan untuk membantu kerja Sistem Operasi dan pengguna computer yang menginginkan program pembantu. Contoh program Bantu yaitu :

· Antivirus

· WinZip

· Partition Magic, dll.

1.1 Pengenalan konsep dasar komputer

1.1.5 Brainware

Brainware merupakan manusia yang mengoperasikan dan mengendalikan system computer. Brainware dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :

1. Operator

Operator adalah orang yang mengoperasikan komputer

2. Programer

Programer adalah orang yang membuat program untuk digunakan / dijalankan didalam computer.

3. Analis

Analis adalah orang yang bertugas menyusun analis dan desain sebuah system pembuatan program.

Overview

Pada Bab ini kita akan mengenal lebih dekat lagi tentang perangkat keras komputer atau yang biasa disebut hardware, yang meliputi jenis dan fungsinya. Perangkat tersebut antara lain adalah :

1. Prosesor

2. RAM/Memori

3. Harddisk

4. VGA Card

5. Sound Card

6. Mainboard/motherboard

7. CD ROM / RW

8. DVD ROM / RW

9. Floppy Drive

10.Monitor

11.Keyboard

12.Modem

13.TV Tuner

14.Scaner

15.Printer

16.Kabel Data, dll

2.1 Pengenalan hardware-hardware utama komputer

2.1.1 Prosesor

Prosesor merupakan otak dari sebuah komputer yang berfungsi sebagai pemroses data yang masuk menjadi sebuah informasi, menjalankan dan melaksanakan instruksi serta mengkoordinasi semua perangkat yang behubungan dengan komputer

Ada banyak pabrik pembuat prosesor di dunia, berikut ini contoh beberapa pabrik pembuat prosesor beserta jenis prosesor yang dibuat :

1. Intel

Intel Corporation, yang sekarang berpusat di Santa Clara, California, Amerika didirikan tahun 1968 dan sekarang merupakan perusahaan pembuat mikroprosesor terbesar di dunia dengan laba sekitar $ 34,3 milyar. Intel merupakan singkatan dari Integrated Electronics. Mikroprosesor yang diproduksi antara lain:

286

386

486

Pentium I

Pentium Pro

Pentium II

Pentium III

Pentium 4

Celeron

Xeon

2. AMD

Advanced Micro Devices, Inc. didirikan pada 1969 dan sekarang berpusat di Sunnyvale, California, Amerika Serikat. Merupakan pesaing Intel dalam pasar mikroprosesor. Dikenal sebagai pembuat mikroprosesor x86-kompatibel terbesar kedua. Beberapa produknya adalah:

AMD K-6, K-7

Duron

Thunderbird

Athlon

Sempron

Opteron

Turion

3.Cyrix

Cyrix didirikan pada tahun 1988 dan merupakan pembuat ko-prosesor matematis berkemampuan tinggi untuk sistem 286 dan 386. Dikenal mampu bekerja pada kecepatan optimal dan memiliki suhu yang relatif lebih rendah dibanding prosesor denga kecepatan yang sama. Kinerja yang diberikan tetap tidak sebaik Intel dan AMD. Beberapa produk yang dikeluarkan adalah :

6×86, termasuk 6×86L yang memiliki konsumsi daya lebih rendah dan 6×86MX yang kompatibel dengan instruksi MMX Intel

MediaGX

MII

4. VIA

VIA Technologies, yang didirikan tahun 1987 adalah perusahaan Taiwan yang memproduksi IC untuk chipset mainboard, CPU dan memory. Merupakan pembuat chipset mainboard terbesar di dunia. Prosesor C3 yang dikembangkan VIA ditargetkan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi yang kecil dan ringan.

5. Transmeta

Transmeta didirikan tahun 1995 yang memproduksi dua arsitektur prosesor x86-kompatibel: Crusoe dan Effieon. Produk-produk ini digunakan dalam laptop ultra-portable, server-server Blade, TabletPC, bahkan pada kompi desktop. Keunggulan terletak pada konsumsi daya dan dissipasi panas yang sangat baik.

Selain itu, juga terdapat beberapa perusahaan lain yang membuat prosesor namun jumlah dan kualitas yang tidak begitu baik, seperti IBM dan IDT, ALPHA, dan CENTAUR.

Tiap prosesor umumnya memiliki arsitektur dan sistem produksi yang berbeda. Beberapa prosesor hanya dapat dipasangkan dengan mainboard tertentu, tergantung jenis soket atau slot prosesor yag dimiliki mainboard.

Berdasarkan arsitekturnya prosesor dibedakan menjadi beberapa jenis :

1. Prosesor Onboard (Sudah terpasang/tertanam langsung pada Mainboard)

2. Prosesor Jenis Socket (Bisa dilepas dan diganti sesuai keinginan)

3. Prosesor Jenis Slot (Bisa dilepas dan diganti sesuai keinginan)

Tercatat bahwa prosesor pertama adalah buatan Intel dengan adalah MCS4 yg menjadi cikal bakal prosesor seri i4040 pada tahun 1971.

2.1 Pengenalan hardware-hardware utama komputer

2.1.2 RAM (Random Access Memory)

RAM merupakan ruang simpan data sementara yang dapat ditulis dan dibaca oleh prosesor. Berikut ini contoh Jenis RAM :

1. Jenis RAM Berdasarkan Teknologinya

• SIMM RAM (Single Inline Memory Modul RAM)

• EDO RAM (Extended Data Output RAM)

• SDRAM (Synchronous Dynamic RAM)

• RDRAM (Rambus Dynamic RAM)

• DDR RAM (Double Data Rate)

• DDR 2 RAM

2. Jenis RAM Berdasarkan Kapasitasnya

• 2 MB, 4 MB, 16 MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB, 1GB, dst.

3. Jenis RAM Berdasarkan Jumlah PIN

• 30, 72, 168, 184 pin

2.1 Pengenalan hardware-hardware utama komputer

2.1.3 Harddisk

Harddisk berfungsi sebagai media penyimpan data dalam kapasitas besar. Berikut ini Jenis-jenis Harddisk yang dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu :

Berdasarkan Ukuran fisik antara lain:

• 2,5 “

• 3,5 “

• 5,25” (Big Foot)

Berdasarkan Kapasitasnya antara lain :

• 1,2 GB, 4,3 GB, 10 GB, 20 GB, 30 GB, 40 GB, 80 GB , 120 GB, 180 GB, 200 GB, 400 GB,dst.

Berdasarkan Kecepatannya antara lain:

• 5400 Rpm

• 7200 Rpm

• 10500 Rpm

Berdasarkan Teknologinya Antara lain :

ATA

SATA

SCSI

2.1 Pengenalan hardware-hardware utama komputer

2.1.4 Motherboard/Mainboard

Mainboard merupakan papan utama pada System Unit yang berfungsi sebagai tempat untuk memasang komponen pendukung komputer, karena pada Mainboard inilah sebagian besar proses komputer dilakukan.

Ada beberapa jenis Mainboard yang dijual di pasaran komputer, antara lain :

• On Board (umumnya sudah terpasang pheriperal VGA, Sound, LAN, USB, dll)

• Off Board (umumnya belum terpasang VGA card atau pheriperal lain)

• Dual Prosesor (Terdapat 2 tempat untuk memasang Prosesor)

2.1 Pengenalan hardware-hardware utama komputer

2.1.5 Floppy Disk Drive

Floppy Disk Drive (FDD) berfungsi sebagai alat pembaca dan penulis data kedalam disket. Berdasarkan Ukuran fisiknya terdiri dari :

• 5,25” ( untuk disket kapasitas 360 KB – 1,2 MB)

• 3,5” (untuk disket kapasitas 720 KB – 1,44 MB)

Selain Floppy, ada peralatan lain yang fungsinya sama yaitu ZIP Drive. Perbedaannya terletak pada kapasitas yang ditampung Zip Drive, yaitu 100 MB.

2.1 Pengenalan hardware-hardware utama komputer

2.1.6 Monitor

Monitor merupakan perangkat Output yang berfungsi untuk menampilkan karakter, angka, grafik dan segala sesuatu yang sedang kita kerjakan.

Berdasarkan fisiknya pembagian monitor terdiri dari :

• Monitor Layar Datar/Flat ( Liquid Crystal Display )

• Monitor Layar Cembung ( Catoda Ray Tube )

Berdasarkan tampilan warnanya

• Monitor Monokrom (MDA, MGP)

• Monitor Berwarna (RGB, CGA, EGA, VGA, SVGA,EVGA, XVGA, UVGA)

Bedasarkan Sinyalnya terdiri dari :

• Sinyal Analog

• Sinyal Digital

• Sinyal Multiscaning (gabungan analog dan digital)

Berdasarkan Resolusinya terdiri dari :

• MGP (720 X 384)

• CGA dan EGA (320 X 200)

• VGA (360 X 400 – 640 X 480)

• SVGA (640 X 480 – 1024 X 1280) Dll

Berdasarkan Ukurannya terdiri dari :

• 14 “, 15 “, 17”, dll

Berdasarkan Merknya antara lain :

• SAMSUNG

• LG

• GTC

• AOC, dll.

Berdasarkan Kabel Konektornya terdiri dari :

• D9/ 9 Pin ( MDA, MGP, CGA, EGA)

• D15/15 Pin ( VGA, SVGA, EVGA, XVGA,UVGA)

2.1 Pengenalan hardware-hardware utama komputer

2.1.7 CD ROM, CD ROM Drive, DVD ROM, DVD ROM Drive

Mengenal CD-ROM dan DVD ROM

CD (Compact Disc) dan DVD (Digital Video Disc) saat ini sudah umum digunakan di seluruh dunia karena merupakan perlengkapan standar yang dapat diandalkan. CD dapat dengan mudah dibawa dan bahkan bisa untuk menyimpan data. Secara umum, pengertian CD-ROM (Compact Disc Read Only Memory) adalah media untuk menyimpan data atau informasi lainnya dalam jumlah yang sangat besar (lebih dari 600 MegaByte). Jauh lebih besar jika kita bandingkan dengan floppy disk (1,4 MB). CD ROM dapat diakses dan dibaca di layar, atau dicetak dari komputer manapun yang memiliki CD-ROM player. CD dapat menyimpan informasi dalam berbagai bentuk, seperti: teks, gambar, presentasi, slide, audio dan video. Lalu bagaimana CD-ROM tersebut dibuat ?

Sejarah CD ROM

Mulai tahun 1983 sistem penyimpanan data di optical disc mulai diperkenalkan dengan diluncurkannya Digital Audio Compact Disc. Sejak saat itulah teknologi penyimpanan pada optical disc berkembang.

Bahan Pembuat CD ROM

CD-ROM yang ada saat ini umumnya terbuat dari resin (polycarbonate) dan dilapisi permukaan yang sangat reflektif seperti alumunium. Informasi direkam secara digital sebagai lubang-lubang mikroskopis pada permukaan yang reflektif. Proses ini dilakukan dengan menggunakan laser yang berintensitas tinggi. Permukaan yang berlubang ini kemudian dilapisi oleh lapisan bening. Informasi dibaca dengan menggunakan laser berintensitas rendah yang menyinari lapisan bening tersebut sementara motor memutar disk.

Intensitas laser tersebut berubah setelah mengenai lubang-lubang tersebut kemudian terefleksikan dan dideteksi oleh fotosensor yang kemudian dikonversi menjadi data digital. Penulisan data pada CD-ROM hanya dapat dilakukan sekali saja. Walaupun demikian, optical disk ini memiliki keunggulan dari segi mobilitas. Bentuknya yang kecil dan tipis memudahkannya untuk dibawa kemana-mana.

Compact Disk Read Only Memory, Media storage optikal yang secara fisik identik dengan CD-Audio in telah lebih dahulu dipergunakan sebagai menyimpan rekaman suara. Media ini dibaca menggunakan perangkat CD-ROM Drive. Kecepatan akses CD-ROM drive biasanya diukur dengan satuan speed. 1x speed ekuivalen dengan 150 kBps (kilbyte per detik) yaitu kecepatan baca pada perangkat Audio CD.

Tipe Piringan CD

Piringan CD yang sering kita lihat di pasaran terbagi menjadi tiga yaitu CD-ROM, CD-R dan CD-RW. Masing-masing mempunyai karakteristik sendiri.

CD-ROM

Biasanya piringan CD-ROM berwarna perak. Proses pembuatannya adalah dengan cara menaruh selembar lapisan plastik yang telah disinari oleh sinar laser. Sinar laser itu akan membentuk semacam pit (lubang) berukuran mikro, yang sangat kecil sekali. Lubang-lubang itu akan membentuk deretan kode yang isinya berupa data. Sekali tercipta lubang, maka tidak bisa ditutup lagi. Lalu lapisan plastik itu akan dibungkus lagi oleh plastik cair yang berguna sebagai pelindung dan pemantul. Semua itu prosesnya dilakukan secara bertahap dalam suatu mesin cetakan. Alat cetakan CD-ROM bentuknya mirip cetakan kue martabak manis dan analogi pembuatannya juga mirip seperti itu.

Sesuai dengan namanya ROM (Read Only Memory), data di dalam CD-ROM tidak bisa dihapus sehingga CD-ROM tidak bisa dihapus atau direkam pada alat CD Writer yang biasa kita miliki.

Kualitas CD-ROM ditentukan oleh ketiga lapisan seperti pada gambar. Lapisan pemantul harus mampu memantulkan cahaya yang dipancarkan oleh sinar laser dengan sempurna sehingga informasi yang ada dilapisan data dapat terbaca dengan baik. Sementara lapisan pelindung harus kuat agar lapisan data tidak rusak karena tergores atau kotor.

CD-ROM original umumnya lebih awet daripada CD-ROM bajakan. Karena kualitas lapisan-lapisan pada CD-ROM original sangat kuat dan berkualitas di bawah standar mutu yang dapat diandalkan. Akan tetapi tidak tertutup kemungkinan ada pula CD-ROM bajakan yang berkualias, namun harganya tidaklah murah.

CD-R

Singkatan dari Compact Disc Recordable. Piringan ini umumnya berwarna hijau, tetapi ada yang berwarna biru, merah dan hitam. Proses pembuatannya hampir sama dengan CD-ROM, yaitu dengan cara menaruh selembar lapisan dan plastik. Perbedaannya plastik itu belum disinari oleh laser. Lalu lapisan plastik itu akan dibungkus lagi oleh plastik cair yang berguna sebagai pelindung dan pemantul. Lalu kapan lembaran plastik itu akan disinari laser? Jawabannya nanti pada saat kita hendak merekamnya. Itulah sebabnya C-R disebut juga dengan CD-Blank karena isinya masih kosong.

Menentukan kualitas CD-R juga sama dengan kualitas CD-ROM. Tapi ada yang harus jadi perhatian ekstra, yaitu karena proses rekaman dilakukan setelah CD tercetak dan ada begitu banyak CD-R yang dijual dipasaran, maka kualitas lembaran di dalam CD-R itu harus cocok dengan CD Writernya.

CD-RW

CD-RW yang merupakan singkatan dari Compact Disc Rewritable adalah sebuah jenis CD yang dapat kita isi sendiri, kemudian isinya dapat kita hapus jika diinginkan. Harga CD-RW biasanya lebih mahal daripada CD-R

DVD ROM

Digital Versatile Disk-Read Only Memory. Jenis media penyimpanan dengan bentuk fisik mirip CD-ROM namun memiliki kapasitas yang jauh lebih tinggi serta kemampuan untuk menyimpan pada kedua sisinya. DVD-ROM biasanya digunakan untuk menyimpan file-file mutimedia berukuran besar.

CD ROM Drive

Compact Disk Read Only Memory Drive, merupakan perangkat pembaca CD ROM pada komputer, baik berupa CD program, film, lagu, dll. Desain standar untuk device seperti CD-ROM adalah ATA-PI ( Advanced Technolgy tachment –Packet Interface ) yang disambungkan ke interface IDE.

Contoh kecepatan putaran CD ROM Drive:

8x, 16x, 24x, 32x, 48x, 50x, 52x 56x

DVD ROM Drive

merupakan perangkat pembaca DVD ROM pada komputer, baik berupa DVD program, film, lagu, dll. Untuk saat ini kecepatan putaran DVD masih berkisar 16x.

2.1 Pengenalan hardware-hardware utama komputer

2.1.8 Casing

Cassing merupakan perangkat komputer yang berfungsi sebagai tempat/wadah untuk meletakkan perangkat pendukung komputer lain dan sekaligus melindungi perangkat tersebut dari kotoran , binatang dan sinar matahari. Jenis cassing antara lain :

Berdasarkan Fisiknya :

• Cassing Tower ( Mini tower, Midle tower, dan Full tower)

• Cassing Dekstop (Dekstop Slim dan Baby AT)

Bedasarkan Teknologi Powernya :

• AT

• ATX

Berdasrkan Merknya :

• SIMBADA

• ENLIGHT

• AIBO

2.1 Pengenalan hardware-hardware utama komputer

2.1.9 Power Suply / Catu Daya

Power Suply berfungsi sebagai penyalur tegangan listrik keperalatan komputer.

Berdasarkan Tegangannya :

• AT (200-230 W)

• ATX (230-500 W)

Berdasarkan Pin Konektornya :

• AT ( 12 pin )

• ATX ( 20 pin dan 24 Pin)

Jika kita perhatikan kabel power suply, disana terdapat warna kabel yang berlainan, warna tersebut melambangkan tegangan yang dikeluarkan, yaitu :

• Kabel Merah ( +5 Volt )

• Kabel Putih ( 5 Volt )

• Kabel Kuning ( +12 Volt )

• Kabel Biru ( -12 Volt )

• Kabel Hitam ( 0 (ground) )

• Kabel Oranye ( +5 volt (Power Good) )

2.1 Pengenalan hardware-hardware utama komputer

2.1.10 Mouse

Cara Kerja Mouse

Pada dasarnya, penunjuk (pointer) yang dikenal dengan sebutan “Mouse” dapat digerakkan kemana saja berdasarkan arah gerakan bola kecil yang terdapat dalam mouse. Jika kita membuka dan mengeluarkan bola kecil yang terdapat di belakang mouse, maka akan terlihat 2 pengendali gerak di dalamnya. Kedua pengendali gerak tersebut dapat bergerak bebas dan mengendalikan pergerakan penunjuk, yang satu searah horisontal (mendatar) dan satu lagi vertikal (atas dan bawah).

Jika kita hanya menggerakkan pengendali horisontal maka penunjuk hanya akan bergerak secara horisontal saja pada layar monitor komputer. Dan sebaliknya jika penunjuk vertikal yang digerakkan, maka penunjuk (pointer) hanya bergerak secara vertikal saja dilayar monitor. Jika keduanya kita gerakkan maka gerakan penunjuk (pointer) akan menjadi diagonal. Nah, jika bola kecil dimasukkan kembali, maka bola itu akan menyentuh dan menggerakkan kedua pengendali gerak tersebut sesuai dengan arah mouse yang kita gerakkan.

Pada sebagian besar mouse terdapat tiga tombol, tetapi umumnya hanya dua tombol yang berfungsi, yaitu tombol paling kiri dan yang paling kanan. Pengaruh dari penekanan tombol atau yang di kenal dengan istilah “Click” ini tergantung pada obyek (daerah) yang kita tunjuk. Komputer akan mengabaikan penekanan tombol (click) bila tidak mengenai area atau obyek yang tidak penting.

Kemudian dalam penggunaan mouse juga kita kenal istilah “Drag” yang artinya menggeser atau menarik. Apabila kita menekan tombol paling kiri tanpa melepaskannya dan sambil menggesernya, salah satu akibatnya obyek tersebut berpindah atau menjadi pindah (tersalin) ke obyek lain dan terdapat kemungkinan lainnya. Kemungkinan-kemungkinan ini tergantung pada jenis program aplikasi apa yang kita jalankan. Mouse terhubung dengan komputer dengan sebuah kabel yang terdapat pada mouse. Ujung kabel tersebut dimasukkan dalam port yang terdapat di CPU komputer.

Berdasarkan Konektorya:

· Serial (9 pin)

· PS/2 (6 pin)

· USB (4 Pin)

· Sensor/Wireless

Berdasarkan Tombolnya :

· 2 tombol

· 2 tombol + scroll

· 3 tombol

Berdasarkan Merknya

· LOGITEC

· GENIUS

· BenQ, dan lain-lain

2.1 Pengenalan hardware-hardware utama komputer

2.1.11 Kabel Data

Kabel data digunakan untuk menghubungkan jalur data dari sebuah perangkat/Device menuju Interface yang akan digunakan, dengan tujuan agar dapat mentransfer data yang diinginkan.

Pada Komputer terdapat beberapa jenis kabel data, diantaranya :

Kabel Data IDE

Kabel ini digunakan untuk perangkat Harddisk, CD ROM, CD RW. DVD ROM, dan DVD RW. Kabel ini mempunyai jumlah PIN sebanyak 40. Dalam 1 kabel IDE hanya bisa dipasang 2 perangkat Harddisk atau bisa digabungkan dengan perangkat lain.

Kabel Data SATA

Untuk saat ini kabel data SATA digunakan untuk perangkat Harddisk jenis SATA, yang mempunyai kecepatan lebih baik dibanding menggunakan kabel data IDE. Dalam 1 kabel hanya bisa dipasang 1 Harddisk. Kabel ini mempunyai jumlah PIN sebanyak 7.

Kabel Data Floppy

Kabel ini digunakan untuk perangkat Floppy Drive. Kabel ini mempunyai jumlah PIN sebanyak 34. Dalam 1 kabel Floppy hanya bisa dipasang 2 jenis flopy Drive, yaitu Floppy Drive 3,5” dan 5,25”. Tetapi sekarang penggunaan floppy Drive 5,25” sudah ditinggalkan dan hanya menggunakan floppy Drive 3,5“

Kabel Data Printer

Kabel ini digunakan untuk perangkat Printer. Kabel ini mempunyai jumlah Pin sebanyak 25. Dalam 1 kabel hanya bisa dipasang 1 printer. Ada 3 jenis kabel printer, yaitu:

Kabel Printer Pararel

Kabel Printer USB

Kabel Printer Converter

2.2 Pengenalan hardware-hardware pendukung komputer

2.2.1 Printer

Teknologi Printer

Dari waktu ke waktu, teknologi printer terus berkembang sehingga mau tidak mau bagi seseorang yang selalu berhubungan dengan komputer dan peralatan lainnya harus terus mengikuti perkembangan tersebut. Printer dalam bahasa Indonesianya berarti pencetak (alat cetak). Istilah ‘printer’ saat ini sering digunakan untuk menyebut alat cetak yang terhubung dengan komputer. Untuk menghubungkan printer dengan komputer diperlukan sebuah kabel yang terhubung dari printer ke CPU komputer. Saat ini, merk produk printer yang sering digunakan diantaranya adalah Epson, Hewlett Packard (HP), Canon, Lexmark dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui lebih jelas tentang fungsi, jenis printer dan cara kerja printer, silahkan membaca kelanjutan artikel ini.

Fungsi printer

Printer adalah salah satu hardware (perangkat keras) yang terhubung ke komputer dan mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar dan tampilan lainnya dari komputer ke media kertas atau sejenis. Istilah yang dikenal pada resolusi printer disebut dpi (dot per inch). Maksudnya adalah banyaknya jumlah titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi resolusinya maka akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika resolusinya rendah maka hasil cetakan akan buruk / tidak bagus.

Jenis Printer

Printer Dot-Matrix

Printer Dot-Matrix adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah. Selain itu ketika sedang mencetak, printer jenis ini suaranya cenderung keras serta kualitas untuk mencetak gambar kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Tetapi saat ini printer ini masih banyak digunakan karena memang terkenal ‘bandel’ (awet). Kelebihan lainnya, pita printer dot-matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta) untuk printer jenis inkjet dan laserjet.

InkJet Printer

Inkjet printer adalah alat cetak yang sudah menggunakan tinta untuk mencetak dan kualitas untuk mencetak gambar berwarna cukup bagus. Kecepatan mencetak jumlah halaman pada printer Inkjet tidak sama, tergantung pada jenis merk printer tersebut. Tetapi pada inkjet printer, hasil cetakan lebih lama keringnya jika dibandingkan dengan laser printer.

Laser Printer

Sebagian dari laser printer bentuknya mirip dengan mesin fotokopi. Daya cetaknya juga cukup banyak bisa mencapai lebih dari 10 lembar per menit. Kualitas hasil cetak laser printer pun sangat bagus, sehingga mirip sekali dengan aslinya. Selain itu hasil cetakan cepat kering. Tetapi harga printer ini cukup mahal.

2.2 Pengenalan hardware-hardware pendukung komputer

2.2.2 Scaner

Cara Kerja Scaner

Scanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung kamu lihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat dirubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar.

Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC). Scanner berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink. Pena scanner itu berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar tiga ons. Scanner tersebut menurut WizCom dapat melakukan pekerjaannya secara acak lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar

Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII. Pada saat ini banyak sekali scanner yang beredar di dunia dengan berbagai merk pula, Di antaranya scanner keluaran dari Canon, Hewlett Packard ( HP ), EPSON, UMAX dan masih banyak lagi.

Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.

Cara kerja Scanner :

Ketika kamu menekan tombol mouse untuk memulai Scanning, yang terjadi adalah :

Penekanan tombol mouse dari komputer menggerakkan pengendali kecepatan pada mesin scanner. Mesin yang terletak dalam scanner tersebut mengendalikan proses pengiriman ke unit scanning.

Kemudian unit scanning menempatkan proses pengiiman ke tempat atau jalur yang sesuai untuk langsung memulai scanning.

Nyala lampu yang terlihat pada Scanner menandakan bahwa kegiatan scanning sudah mulai dilakukan.

Setelah nyala lampu sudah tidak ada, berarti proses scan sudah selesai dan hasilnya dapat dilihat pada layar monitor.

Apabila hasil atau tampilan teks / gambar ingin dirubah, kita dapat merubahnya dengan menggunakan software-software aplikasi yang ada. Misalnya dengan photoshop, Adobe dan lain- lain. pot scanned.

Ada dua macam perbedaan scanner dalam memeriksa gambar yang berwarna yaitu :

Scanner yang hanya bisa satu kali meng-scan warna dan menyimpan semua warna pada saat itu saja.

Scanner yang langsung bisa tiga kali digunakan untuk menyimpan beberapa warna. Warna-warna tersebut adalah merah, hijau dan biru.

Scaner yang disebut pertama lebih cepat dibandingkan dengan yang kedua, tetapi menjadi kurang bagus jika digunakan untuk reproduksi warna. Kebanyakan scanner dijalankan pada 1-bit (binary digit / angka biner), 8-bit (256 warna), dan 24 bit (lebih dari 16 juta warna). Nah, bila kita membutuhkan hasil yang sangat baik maka dianjurtkan menggunakan scanner dengan bit yang besar agar resolusi warna lebih banyak dan bagus.

2.2 Pengenalan hardware-hardware pendukung komputer

2.2.3 VGA Card

Kartu VGA (Video Graphic Adapter) berguna untuk menerjemahkan output (keluaran) komputer ke monitor. Untuk menggambar / design graphic ataupun untuk bermain game, kita perlu VGA yang tinggi kekuatannya. Saat ini ada VGA dengan memori 16 mb, 32Mb, 128 Mb, dst.

Teknologi Kartu grafis perkembangannya sangat cepat sekali, berikut ini beberapa contoh VGA yang ada dipasaran :

· VGA PCI

· VGA AGP

· VGA PCI Express

· VGA SLI

2.2 Pengenalan hardware-hardware pendukung komputer

2.2.4 Sound Card

Perangkat ini berguna untuk mengeluarkan suara. Kalau kita sedang mendengar musik ataupun bermain game, perangkat ini sangat bermanfaat. Suaranya bisa stereo, surround (berputar) bahkan suara 3 dimensi, sehingga kita seolah-olah berada ditempat kejadian. Tetapi perangkat ini kurang lengkap jika tidak ada speaker. Karena itu kita perlu menghubungkan speaker dengan soundcard yang telah terpasang dengan sebuah kabel yang disambung langsung ke soundcard.

2.2 Pengenalan hardware-hardware pendukung komputer

2.2.5 Modem

Modulator Demodulator biasanya digunakan untuk aksess internet, faximile, telpon, dll. Intinya modem mengubah sinyal digital/demodulator menjadi sinyal analog/modulator. Modem ada dua macam:

· Modem Internal (letaknya didalam cassing)

· Modem Eksternal (letaknya diluar cassing)

Jalur yang biasa digunakan modem adalah Serial / COM 1 dan USB

Masing-masing mempunyai Kecepatan yang berbeda. Contoh kecepatan modem antara lain 1200, 2400, 9600, 14400, 19200, 28800, 33600, 56000 dengan satuan KBPS(Kilo Byte per Second).

2.2 Pengenalan hardware-hardware pendukung komputer

2.2.6 TV TUNER

TV Tuner merupakan salah satu perangkat Multimedia pada komputer.Dengan TV Tuner kita dapat merekam siaran televisi yang sedang di tonton (video capture) dan dapat diputar kemudian dengan Windows Media Player. Dan kita juga dapat menangkap (memotret) gambar televisi dan menyimpannya ke dalam hard disk (snapshot), kemudian membuatnya menjadi wallpaper atau menggabungkannya ke dalam naskah. Demikian juga dengan radio, kita dapat merekam siaran radio FM dan menyimpannya secara otomatis ke dalam hard disk (sound capture). Gambar yang dihasilkan TV Tuner sama seperti gambar yang dihasilkan televisi biasa, dan suara radio FM yang dihasilkan TV Tuner sama seperti radio stereo. Sedangkan hasil rekaman yang dihasilkan TV Tuner sama seperti aslinya (baik untuk TV maupun radio). Dengan TV Tuner, kita sudah memiliki TV dan Radio FM dalam komputer kita yang selangkah lebih maju dari TV dan radio stereo biasa.

Sebelum menonton TV di komputer, TV Tuner yang kita punyai harus dipasang pada komputer kita (card TV Tuner dipasang pada slot yang masih kosong pada Mainboard). Setelah itu, baru di instal software pendukungnya yang biasanya terdapat dalam satu paket yang kita beli. TV Tuner dapat dijalankan di komputer yang mempunyai sistem operasi Windows 98 SE, Windows Me, Windows 2000 maupun dengan Windows XP. Yang terbaik di antaranya adalah dengan Windows XP.

Overview

Pada bab ini kita sudah bisa memulai untuk merakit komputer. Untuk bisa merakit komputer tidak diperlukan keahlian khusus, karena setiap orang bisa melakukan hal ini.

Saat merakit komputer ada beberapa hal yang harus diperhatikan, rumusnya adalah 4J :

1. Jangan Terburu-buru

2. Jangan Gugup

3. Jangan Panik

4. Jangan Salah Pasang

Untuk mengamankan fisik kita agar tidak terkena aliran listrik, maka perhatikan hal berikut ini :

1. Gunakan Alas Kaki

2. Tangan jangan basah / berkeringat

3. Kita bisa gosokkan tangan ke badan cassing untuk menghilangkan Listrik Statis

SELAMAT MENCOBA !!!

3.2 Merakit komputer pentium IV

3.2.1 Persiapan Sebelum Merakit

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum merakit, antara lain :

1. Peralatan Pembantu

Yang termasuk alat bantu disini adalah obeng plus dan obeng minus dengan ukuran kecil dan sedang, panjang dan pendek, pinset dan tang yang kadang-kadang juga kita perlukan.

2. Peralatan Pembersih

Peralatan pembersih atau dengan kata lain bisa disebut perawatan, contohnya kuas, penyedot debu/vacum cleaner, dan cairan pembersih/Sanpolly.

3. Peralatan Pengaman

Peralatan pengaman disini tidak lain adalah untuk melindungi kita dari aliran listrik Statis, kita dapat menggunakan Gelang Statis/Penetral Aliran Listrik Statis.

3.2 Merakit komputer pentium IV

3.2.2 Memasang Prosesor dan Kipas Pendingin Prosesor

Memasang Prosesor

Yang perlu diperhatikan dalam memasang prosesor adalah menentukan kepala prosesor dan kepala socket prosesor. Kepala prosesor biasanya ditandai dengan :

• Salah satu sudutnya tumpul dan berbeda dengan sudut lain

• Pada salah satu sudut terdapat titik hitam/putih

• Pada salah sudut dekat kaki-kakinya terdapat garis kecil/kotak kecil

Cara memasangnya :

• Buka tuas pengait socket

• Pasangkan prosesor pada socket dan jangan terlalu ditekan

• Tutup kembali tuas pengait socket.

• Pasang blower / kipas pendingan prosesor dan jangan lupa memasang powernya

Memasang Kipas Pendingin Prosesor

Cara memasangnya

• Pasang kipas pendingin tepat diatas Prosesor

• Pastikan Pendingin sudah pas letaknya

• Tekan sisi kiri dan kanan untuk mengunci posisi kipas

• Gerakkan Tuas kipas kedepan dan kebelakang untuk mengunci secara permanen.

• Pasang Kabel Power Kipas ke-motherboard

3.2 Merakit komputer pentium IV

3.2.3 Pemasangan Memori / RAM

Yang perlu diperhatikan dalam memasang memory adalah jenis memori yang kita gunakan dan slot tempat pemasangan Memori, apakah SDRAM, DDR RAM atau yang lainnya. Yang membedakan keduanya adalah posisi kaki/celah kaki memori.

Langkah pemasangan RAM :

1. Tekan tuas pengunci slot yang ada pada bagian kanan dan kiri dari slot

2. Perhatikan celah yang ada pada slot tersebut

3. Pasang RAM sesuai dengan posisi celah, lalu tekan sampai terkunci

3.2 Merakit komputer pentium IV

3.2.4 Pemasangan Mainboard

Selanjutnya adalah pemasangan Mainboard ke dalam cassing, langkah-langkahnya adalah :

Buka penutup casing sebelah kanan dengan menggunakan obeng plus

Tarik kebelakang penutup casing agar casing terbuka

Pasang skrup untuk meletakkan baut pada bagian casing

Masukkan pelan-pelan Mainboard kedalam casing dan sesuaikan dengan Skrup yang sudah ada

Lalu kencangkan Mainboard dengan baut

3.2 Merakit komputer pentium IV

3.2.5 Pemasangan Harddisk dan Kabel IDE

Untuk memasang Hardddisk, gunakan drive bay yang sudah disediakan pada bagian cassing, Langkah-langkahnya :

1. Pasang Harddisk pada drive bay, lalu kencangkan dengan baut

2. Pasang kabel pada posisi yang sudah ditentukan (lihat gambar)

3. Kabel ujung yang panjang dipasang ke Mainboard

4. Kabel Ujung satunya dipasang ke Harddisk

3.2 Merakit komputer pentium IV

3.2.6 Pemasangan CDROM Drive dan Kabel IDE

Yang harus diperhatikan dalam memasang CD ROM adalah posisi jumper pada CD ROM (SLAVE) jangan sampai tabrakan dengan posisi Harddisk (MASTER), karena kita menggunakan 1 kabel IDE. Untuk langkah pemasangannya bisa dilihat pada gambar disamping.

3.2 Merakit komputer pentium IV

3.2.7 Pemasangan Floppy Drive dan Kabel

Yang perlu diperhatikan dalam memasang Floppy Disk Drive adalah posisi kabelnya jangan sampai terbalik, jika pemasangan kabel terbalik akan menyebabkan tidak terbacanya Disket.

3.2 Merakit komputer pentium IV

3.2.8 Pemasangan Kabel Power

Memasang kabel power harus hati-hati, jika tidak teliti dapat menyebabkan komputer/perangkat tersebut tidak hidup/terdeteksi bahkan bisa terbakar.

1. Pemasangan Kabel Power Mainboard

- Cari kabel power mainboard 20 Pin dari Power Supply (lihat gambar)

- Pasangkan pada socket yang tersedia pada mainboard (lihat gambar)

2. Pemasangan Kabel Power Prosesor

- Cari kabel power prosesor 4 Pin dari power supply (lihat gambar)

- Pasangkan pada socket yang tersedia pada mainboard (lihat gambar)

3. Pemasangan Kabel Power Harddisk

- Cari kabel power Harddisk 4 Pin dari power supply (lihat gambar)

- Pasangkan pada socket yang tersedia pada Harddisk (lihat gambar)

- Kabel power warna merah bertemu dengan kabel data warna merah

4. Pemasangan Kabel Power CD ROM DRIVE

- Cari kabel power CD ROM 4 Pin dari power supply (lihat gambar)

- Pasangkan pada socket yang tersedia pada CD ROM (lihat gambar)

- Kabel power warna merah bertemu dengan kabel data warna merah

5. Pemasangan Kabel Power Floppy Drive

- Cari kabel power Floppy 4 Pin (kecil) dari power supply (lihat gambar)

- Pasangkan pada socket yang tersedia pada Floppy (lihat gambar)

3.2 Merakit komputer pentium IV

3.2.9 Pemasangan Kabel Panel

Kabel panel berasal dari kabel yang terdapat pada cassing yang kemudian dihubungkan ke front panel Mainboard. Kabel ini terdiri dari beberapa jenis yang masing-masing mempunyai fungsi berbeda. Untuk dapat memasang kabel panel ini, terlebih dahulu kita harus membaca buku manual yang disertakan pada saat kita membeli mainboard.

Kabel-kabel tersebut terdiri dari :

1. HDD Led, untuk lampu harddisk warna merah

2. Power Led, untuk lampu power warna hijau

3. Power SW/Stand by, untuk mengaktifkan tombol menghidupkan komputer

4. Reset, untuk mengaktifkan tombol reset

3.2 Merakit komputer pentium IV

3.2.10 Pemasangan Kabel Bagian Belakang

Pemasangan kabel pada bagian belakang ini maksudnya adalah memasang kabel :

1. Power Listrik

2. Keyboard + Mouse

3. Monitor

4. Sound, dll

4.1 Setting bios

4.1.1 Cara Masuk ke Dalam BIOS

Untuk dapat masuk ke dalam BIOS ada beberapa cara. Cara yang sering digunakan pada komputer adalah :

1. Hidupkan Komputer

2. Tekan Tombol Delete pada Keyboard

3. Jika benar maka akan muncul menu BIOS seperti gambar disamping

Cara lain untuk masuk ke dalam setting BIOS bisa dengan cara menekan tombol :

- F1

- F2

- Ctrl-Esc, dll.

Untuk mengetahui cara masuk ke dalam setting BIOS kita bisa melihat buku manual yang disertakan pada saat kita membeli Mainboard, atau kita bisa lihat tampilan saat komputer menyala pertama kali.

BIOS yang terdapat pada komputer tidak selalu sama, hal ini disebabkan karena berbeda merk antar BIOS, namum pada dasarnya tujuannya sama, hanya berbeda sedikit bahasa dan lokasi penempatan setting. Contoh merk BIOS :

1. AMI BIOS

2. AWARD BIOS

3. PHONIEX BIOS, Dll

Pada tampilan BIOS bagian bawah ada beberapa tombol kunci yang bisa kita gunakan saat mengatur setting BIOS, yaitu :

F1 Untuk memanggil menu Help / pertolongan

F5 Untuk menampilkan setting lama

F6 Untuk memanggil setting standar/normal

F7 Untuk memanggil setting yang lebih baik dan ketat

F10 Untuk keluar setup dan menyimpannya

Esc Untuk keluar setting dan setup tanpa menyimpan

Page Up/Down Untuk memilih setting dan mengaktifkannya

+ dan - Untuk memilih setting dan mengaktifkannya

Shift +F2 Untuk merubah setting warna tampilan

4.2 Partisi harddisk dengan FDISK

4.2.1 Partisi harddisk

Apa itu Partisi Harddisk?

Partisi diambil dari kata Partition dapat kita artikan sebagai pembagi atau pembatas. Sedangkan partisi harddisk dapat kita artikan pembagian kapasitas harddisk.

Apa Kegunaan Partisi Harddisk?

Seperti rumah yang mempunyai bagian-bagian atau ruang-ruang, seperti ada ruang tamu, ada ruang kamar, ada ruang dapur dan ada ruang WC. Tentu saja semua ruang yang ada dirumah kita ini mempunyai fungsinya masing-masing. Dan akan sangat riskan sekali jika sebuah rumah tidak ada sekat atau pembagi ruangan tersebut, dimana kita tidur, makan dan mandi tanpa batas atau sekat ruangan.

Demikian juga dengan harddisk, akan lebih baik jika harddisk kita dibagi sesuai dengan porsi dan kegunaannya. Misal ruang C (partisi C) akan kita gunakan untuk menginstall sistem operasi seperti Windows, ruang D (partisi D) akan kita siapkan untuk program installer/master dan ruang E (partisi E) akan kita gunakan untuk penyimpanan data kita.

Nah apa manfaat atau kegunaan partisi harddisk ini ?

1. Tidak bercampur aduknya antara sistem operasi dan data, sehingga jika terjadi kerusakan pada sistem operasi dan memerlukan format pada partisi sistem operasi tersebut tidak akan mempengaruhi data kita karena data terletak pada partisi lain.

2. Mudah untuk mengatur dan memantau dimana data akan disimpan dan dimana program akan di install.

3. Multi partisi ini sangat dibutuhkan jika kita ingin menginstall dual boot system (Sistem Operasi Windows dan Linux). Karena tidak dapat berjalan kedua sistem operasi ini jika kita install dalam satu partisi.

Dengan kapasitas harddisk saat ini antara 20 sampai 180 GB, pembagian kapasitas harddisk merupakan hal yang mutlak dilakukan. Jika memiliki harddisk dengan kapasitas-kapasitas besar, sangat dianjurkan membagi kapasitas harddisk menjadi minimal 2 partisi atau idealnya menjadi 3 partisi sesuai kebutuhan.

Jika kita menggunakan FDISK untuk melakukan partisi maka akan terlihat susunan partisi sebagai berikut :

1. Partisi Ke-1 (Partisi C / Primary Partitition)

digunakan untuk installasi sistem operasi beserta program-program pendukung lainnya.

2. Partisi Ke-2 (Partisi D / Extended Partitition - Logical Partitition 1)

digunakan untuk menyimpan program-program installasi/master.

3. Partisi Ke-3 (Partisi E / Extended Partitition - Logical Partitition 2)

digunakan untuk menyimpan data dan file-file lagu (mp3).

Extended Partition adalah partisi penghubung antara Primary Partition dengan Logical Partition.

Untuk kapasitasnya dapat kita atur sesuai dengan kebutuhan.

Lihat contoh dibawah ini :

Misalkan kita memiliki harddisk dengan kapasitas 40 GB (gigabyte) maka akan kita partisi dengan kapasitas sebagai berikut :

1. Partisi ke-1 = 10 GB (akan menjadi direktori C)

2. Partisi ke-2 = 10 GB (akan menjadi direktori D)

3. Partisi ke-3 = 20 GB (akan menjadi direktori E)

Hal-hal yang Dipersiapkan sebelum Melakukan Partisi Harddisk !

1. Satu unit komputer lengkap dengan harddisk yang akan dipartisi dan cd-romnya.

2. Start Up Disk atau Disc Bootable yang berisikan program FDISK.

3. Harddisk & CD-ROM harus terkoneksi dengan baik, ini bisa dilihat di BIOS pada menu STANDARD CMOS FEATURES.

Software Apa Saja yang dapat Digunakan untuk Melakukan Partisi Harddisk ?

1. FDISK

Dilakukan di mode DOS / Modus Text

2. Partition Magic

Dilakukan di mode Windows

4.2 Partisi harddisk dengan FDISK

4.2.2 Partisi dengan FDISK

Sebagai contoh :

Harddisk 40 GB akan dipartisi menjadi 3 partisi dengan kapasitas masing-masing :

1. Partisi C = 10 GB

2. Partisi D = 10 GB

3. Partisi E = 20 GB

Langkah-langkah melakukan partisi dengan FDISK.

1. Siapkan Start Up Disk atau Disc Bootable.

- Masuk ke BIOS dengan menekan tombol DEL berkali-kali sampai masuk ke menu warna biru BIOS.

Pada pilihan ADVANCED CMOS FEATURES > BOOT SEQUENCE > 1ST BOOT DEVICE ganti menjadi FLOPPY jika menggunakan Start Up Disk atau CDROM jika menggunakan Disc Bootable.

Kemudian tekan tombol F10 > ENTER.

- Saat tampil Microsoft Windows Start Up Menu, pilih Start Computer without CD-ROM.

2. Ketik FDISK di prompt A:\> lalu ENTER.

3. Pada pertanyaan “Do you wish to enable large disk support (Y/N)?”

Pilih Y jika memiliki kapasitas harddisk > 2 Giga Byte.

Pilih N jika memiliki kapasitas harddisk < 2 Giga Byte.

tekan Y lalu ENTER.

4. Pada Menu Utama FDISK akan ada 4 pilihan :

1. Create DOS Partition or Logical DOS Drive. >> untuk membuat partisi baru

2. Set Active Partition. >> untuk mengaktifkan salah satu partisi

3. Delete Partition or Logical DOS Drive. >> untuk menghapus partisi

4. Display Partition Information. >> untuk menampilkan partisi yang ada

ketik 1 lalu ENTER.

5. Akan tampil kembali Menu Create Partition dengan 3 pilihan :

1. Create Primary DOS Partition. >> untuk membuat partisi/drive C

2. Create Extended DOS Partition. >> sebagai jembatan antara partisi C dan yang lain.

3. Create Logical DOS Drive(s) in The Extended DOS Partition. >> untuk membuat partisi lain selain C.

ketik 1 lalu ENTER. Tunggu verifying drive integrity 100% complete.

6. Pada pertanyaan “Do you wish to use the maximum available size for a primary DOS partition and make the partition active (Y/N) ?”

Pilih Y jika hanya membuat satu partisi saja, partisi/drive C.

Pilih N jika akan membuat lebih dari satu partisi/drive. Misal : C,D,E dan F.

Ketik N lalu ENTER. Tunggu verifying drive integrity 100% complete.

7. Akan tampil menu CREATE PRIMARY DOS PARTITION.

Pada Enter size in Mbytes or percent of disk space (%) to create a Primary DOS Partition ……

Masukkan nilai kapasitas untuk Partisi C, jika C = 10 Gigabytes, ketik 10000 lalu ENTER.

Tekan ESC 1x.

8. Tampil kembali Menu Utama (No.4)

ketik 1 lalu ENTER.

9. Tampil kembali Menu Create (No.5) ketik 2 lalu ENTER. Tunggu verifying drive integrity 100% complete.

Akan tampil menu CREATE EXTENDED DOS PARTITION.

Pada Enter size in Mbytes or percent of disk space (%) to create an Extended DOS Partition ……

Masukkan nilai kapasitas untuk Partisi D + Partisi E (atau total nilai partisi selain partisi C),

Jika D = 10 Gigabytes dan E = 20 Gigabytes, maka ketik 30000 lalu ENTER.

Tekan ESC 1x. Tunggu verifying drive integrity 100% complete.

10. Akan tampil menu CREATE LOGICAL DOS DRIVE(S) IN THE EXTENDED DOS PARTITION.

Pada Enter logical drive size in Mbytes or percent of disk space (%).

Masukkan nilai kapasitas untuk Partisi D saja, jika D = 10 Gigabytes, maka ketik 10000 lalu ENTER.

Tunggu verifying drive integrity 100% complete.

11. Akan tampil kembali menu CREATE LOGICAL DOS DRIVE(S) IN THE EXTENDED DOS PARTITION.

Pada Enter logical drive size in Mbytes or percent of disk space (%).

Masukkan nilai kapasitas untuk Partisi E saja, jika E = 20 Gigabytes, maka ketik 20000 lalu ENTER.

Tekan ESC 1x.

12. Aktifkan Partisi C dengan memilih 2 pada MENU UTAMA FDISK (No.4).

Pada Enter the number of partition you want to make active….. ketik 1 lalu ENTER (karena C : 1).

Tekan ESC 3x.

13. Restartlah komputer pada saat dimonitor telah kembali terlihat prompt A:\>

Overview

Selamat !!!

Kita Sudah Sampai Pada Materi Instalasi Software dan Konfigurasi DualBooting

Pada BAB ini kita akan melakukan beberapa proses instalasi dan konfigurasi dual booting, yang bertujuan untuk menjadikan satu unit komputer siap pakai. Langkah-langkah yang akan kita lakukan adalah :

1. Manajemen Harddisk

2. Instalasi Sistem Operasi

3. Instalasi Sistem Hardware

4. Instalasi Program Aplikasi

5. Tips dan Trik

Hal yang diperlu dipersiapkan pada saat melakukan proses instalasi ini adalah :

1. CD atau Disket Start Up/Bootable

2. CD Windows Millenium dan XP Profesional

3. CD Driver Mainboard

4. CD Program Aplikasi

10.2 Trouble shouting hardware

10.2.1 Trouble Shooting pada RAM dan Prosesor

Trouble Pada Prosesor

Jika Prosesor mengalami kerusakan/tidak terpasang dengan baik yang terjadi adalah:

· Terdengar bunyi BIP 1X panjang meninggi

· Tidak ada tampilan/Blank

· Led indikator /lampu monitor kedap kedip

Tindakan yang harus dilakukan adalah :

· Perbaiki letak prosesor

· Periksa Pin / kaki prosesor jika ada yang bengkok

· Periksa putaran kipas, terkadang kipas pendingin tidak berputar

Trouble Pada RAM

Jika memori mengalami kerusakan/tidak terpasang dengan baik yang terjadi adalah:

· Terdengar bunyi BIP 4X panjang terus menerus

· Tidak ada tampilan/Blank

· Led indikator /lampu monitor kedap kedip

Tindakan yang harus dilakukan adalah :

· Perbaiki letak memori, dan tempatkan pada slot yang benar

· Jika ternyata rusak ganti memori dengan yang lain / yang baru

10.2 Trouble shouting hardware

10.2.3 Trouble Shooting Floppy dan CD ROM

Trouble Pada Floppy dan CD ROM

Jika floppy dan CD ROM mengalami kerusakan yang terjadi adalah :

Muncul pesan kesalahan “drive not ready”

Tidak dapat membaca disket dan CD

Tindakan yang harus dilakukan adalah :

Periksa kabel power dan kabel data, pastikan tidak terbalik

Periksa setup BIOS lalu aktifkan perangkat tersebut

Coba Disket/CD ditempat lain mungkin disket/CD yang sudah rusak

10.2 Trouble shouting hardware

10.2.4 Truoble Shooting pada Keyboard dan Mouse

Trouble Pada Keyboard

Jika keyboard mengalami kerusakan yang terjadi adalah :

· Muncul pesan “ Keyboard error or not present ”

· Keybord tidak berfungsi

· Keyboard terlalu cepat dalam pencetakan karakter

Tindakan yang harus dilakukan adalah :

· Periksa kabel data dan pastikan terpasang dengan baik

· Periksa setup BIOS dan atur Typematic rate settingnya.

· Coba pasang pada komputer lain

Trouble Pada Mouse

Jika Mouse mengalami kerusakan yang terjadi adalah :

· Mouse tidak bergerak

· Pergerakan Pointer mouse hanya bergerak kesatu arah

· Pergerakan pointer mouse tersendat-sendat

Tindakan yang harus dilakukan adalah :

· Periksa kabel data dan pastikan terpasang dengan baik

· Bersihkan kotoran dengan mebuka bagian bawah tempat bola mouse

· Rapatkan sensor pada bagian dalam mouse